Ditulis berdasarkan analisis dan ditinjau oleh : Miftah Faridh Nasir, SE, Ak, MSi, CSA®, CRP®, CIB®
NVIDIA telah bertransformasi dari pembuat chip gaming menjadi tulang punggung revolusi kecerdasan buatan global, menjadikannya salah satu saham paling penting dekade ini. Sejak peluncuran ChatGPT pada November 2022, harga saham NVDA melonjak lebih dari 1.500%, dan per Februari 2026, NVIDIA menjadi perusahaan pertama dalam sejarah yang menembus valuasi $5 triliun.
Dengan dominasi 81% pangsa pasar chip data center secara revenue, sulit menemukan saham teknologi yang lebih relevan untuk dianalisis saat ini.
Lahir dari Dunia Gaming, Tumbuh di Era AI
NVIDIA Corporation didirikan pada 10 April 1993 di Sunnyvale, California, oleh tiga insinyur: Jensen Huang, yang masih menjabat sebagai CEO hingga kini, bersama Chris Malachowsky dan Curtis Priem.
Perusahaan ini awalnya fokus memproduksi kartu grafis untuk gaming dan workstation profesional lewat GPU ikoniknya. Terobosan besar pertama datang pada 1999 dengan GeForce 256, yang dikenal sebagai GPU pertama di dunia.
Titik balik strategis terjadi pada 2006, saat NVIDIA meluncurkan platform komputasi CUDA (Compute Unified Device Architecture). Platform ini memungkinkan GPU digunakan untuk komputasi ilmiah dan machine learning — sebuah keputusan yang 15 tahun kemudian menjadi moat kompetitif terbesar NVIDIA di era AI.
Rangkaian Tonggak Penting
Perjalanan NVIDIA dapat dipetakan lewat sejumlah milestone kunci. Setelah CUDA, perusahaan meluncurkan DGX-1, superkomputer AI pertama, pada 2016. Momentum melonjak pada 2022 ketika ledakan ChatGPT membuat permintaan GPU H100 meledak, lalu berlanjut dengan peluncuran arsitektur Blackwell pada 2024. Untuk 2026, perusahaan memproyeksikan pendapatan menembus $1 triliun pada 2027.
Bisnis Berbasis Ekosistem, Bukan Sekadar Hardware
NVIDIA mengoperasikan bisnis berbasis platform ekosistem, bukan sekadar penjual perangkat keras. Ekosistem CUDA yang telah dibangun selama 18 tahun menciptakan switching cost yang sangat tinggi bagi pelanggan, membuat mereka sulit berpindah ke chip lain.
Kekuatan model bisnis ini tercermin pada kinerja terkini. Pendapatan Q3 FY2025 mencapai $57 miliar, tumbuh 62% secara tahunan (YoY).
Data Center Mendominasi Pendapatan
Komposisi pendapatan NVIDIA kini sangat terkonsentrasi pada satu segmen. Berikut rincian pendapatan per segmen pada Q3 FY2025:
| Segmen | Pendapatan Q3 FY2025 | Kontribusi |
| Data Center (AI GPU) | $51,2 miliar | ~90% |
| Gaming | $4,2 miliar | ~7% |
| Professional Visualization | ~$0,5 miliar | ~1% |
| Automotive | ~$0,5 miliar | ~1% |
| OEM & Other | ~$0,6 miliar | ~1% |
Segmen Data Center mendominasi secara masif, tumbuh 66% YoY dan 25% QoQ pada Q3 FY2025. Segmen ini mencakup GPU H100/H200, sistem DGX, networking InfiniBand, dan perangkat lunak AI.
Sementara itu, segmen Automotive yang berukuran kecil kini menunjukkan pertumbuhan signifikan lewat platform DRIVE untuk kendaraan otonom.
Market Insight
Inti dari transformasi NVIDIA terletak pada satu hal: perusahaan ini tidak lagi dapat dipahami sebagai produsen chip gaming. Dengan sekitar 90% pendapatan kini bersumber dari segmen Data Center dan pertumbuhan 62% YoY, mesin pertumbuhan NVIDIA sepenuhnya digerakkan oleh permintaan infrastruktur AI.
Keunggulan yang membedakannya bukan semata hardware, melainkan ekosistem CUDA yang dibangun selama 18 tahun. Inilah yang menciptakan switching cost tinggi dan menjadi penjelasan struktural di balik dominasi 81% pangsa pasar chip data center. Bagi investor, memahami NVIDIA berarti memahami bahwa nilai perusahaan terikat erat pada keberlanjutan belanja AI global — sebuah konteks penting sebelum menilai fundamental dan valuasinya pada pembahasan berikutnya.
Analisis ini bersifat edukasional dan tidak merupakan rekomendasi investasi. Selalu lakukan due diligence mandiri dan konsultasi dengan penasihat keuangan berlisensi sebelum mengambil keputusan investasi.