Tahun 2026 diproyeksikan menjadi fase penting bagi pasar komoditas global. Perubahan kebijakan moneter, dinamika geopolitik, serta transisi energi menjadi katalis utama yang mempengaruhi pergerakan harga emas, perak, dan minyak—tiga aset yang paling banyak digunakan sebagai indikator sentimen ekonomi.
Valbury Research menyusun outlook ini menggunakan kombinasi analisis fundamental global, referensi lembaga internasional seperti EIA, IMF, dan laporan pasar dari Reuters, serta model prediksi internal yang memprioritaskan faktor makroekonomi, aliran modal institusi, dan perubahan permintaan sektor industri.
Outlook Emas 2026: Momentum Naik Tetap Terjaga?
Tren Ekonomi Global yang Mendorong Emas
Emas memasuki 2026 dengan sentimen bullish moderat, terutama karena:
- Ekspektasi suku bunga global yang lebih rendah akibat pelonggaran kebijakan moneter pasca periode inflasi tinggi.
- Permintaan bank sentral yang tetap kuat.
- Ketidakpastian geopolitik di Eropa Timur dan Timur Tengah.
Menurut studi Journal of International Financial Markets (2024), emas memperlihatkan korelasi negatif yang konsisten terhadap ekspektasi suku bunga jangka panjang—sehingga pelonggaran kebijakan menjadi katalis yang signifikan.
Proyeksi Harga Emas 2026 – Valbury Research
Rentang harga proyeksi: USD 4.300 – 4.700 per troy ounce
Proyeksi ini mencerminkan pandangan bahwa kondisi makro global—termasuk perlambatan ekonomi Barat, ketidakpastian geopolitik, dan konsolidasi kebijakan moneter—masih memberikan ruang bagi emas sebagai aset lindung nilai utama.
Skenario bullish: USD 5.000 per troy ounce
Level ini dianggap realistis jika terjadi kombinasi dari beberapa katalis kuat, seperti:
- Arus masuk ETF yang meningkat signifikan seiring penurunan imbal hasil obligasi.
- Pelemahan USD akibat kebijakan suku bunga yang lebih longgar atau defisit fiskal yang makin melebar.
- Permintaan bank sentral Asia yang terus tumbuh, terutama dari Tiongkok, India, dan negara-negara kawasan Timur Tengah yang memperbesar cadangan emas untuk diversifikasi risiko.
Jika kamu ingin, kita bisa lanjutkan untuk membuat scenario matrix (base, bull, bear) atau memetakan implikasi trading untuk tiap skenario..
Bagaimana prospek harga emas tahun 2026?
Prospek emas tahun 2026 diperkirakan tetap positif seiring tren penurunan suku bunga dan permintaan safe haven. Risiko penurunan terutama berasal dari reli USD atau stabilisasi geopolitik global.
2. Outlook Perak 2026: Didukung Industri dan Green Technology
Tren Permintaan Perak di 2026
Berbeda dengan emas yang didominasi sentimen safe haven, perak mendapat dukungan ganda: investasi dan permintaan industri.
Faktor utama 2026:
- Kenaikan konsumsi perak untuk panel surya (photovoltaic).
- Permintaan sektor kendaraan listrik.
- Pemulihan manufaktur global.
Penelitian Energy Economics (2023) menunjukkan bahwa kenaikan kapasitas energi surya global memiliki korelasi jangka panjang terhadap kenaikan konsumsi perak industri.
Proyeksi Harga Perak 2026 – Valbury Research
- Rentang harga: USD 60 – 70 per troy ounce
- Skenario bullish: USD 70
- Driver utama: ekspansi energi terbarukan dan peningkatan produksi EV.
Komoditas mana paling menarik di 2026?
Perak menjadi salah satu komoditas paling menarik karena berada di persimpangan antara tren energi bersih dan potensi capital gain dari normalisasi suku bunga.
3. Outlook Minyak 2026: Stabil atau Volatil?
Tren Global Minyak Berdasarkan EIA & Reuters
Menurut Short-Term Energy Outlook dari U.S. EIA, pasar minyak kini bergerak menuju fase normalisasi setelah periode defisit suplai yang terjadi sepanjang 2022–2024. Meski demikian, volatilitas tetap tinggi karena beberapa faktor struktural yang belum terselesaikan, antara lain:
- Ketidakpastian produksi OPEC+, termasuk potensi perubahan kebijakan pemangkasan output.
- Laju permintaan dari Asia, yang menjadi motor utama konsumsi global tetapi kini menunjukkan pola pertumbuhan yang lebih tidak merata.
- Percepatan transisi energi, yang menciptakan ambiguitas dalam proyeksi jangka menengah antara kebutuhan energi konvensional vs. energi terbarukan.
- Proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang terus melambat, yang berpotensi menekan permintaan minyak pada sektor industri dan transportasi.
Studi Resources Policy (2023) menegaskan bahwa ketidakpastian geopolitik terus menjadi faktor dominan dalam membentuk volatilitas jangka panjang komoditas energi.
Proyeksi Harga Minyak 2026 – Valbury Research
Brent: USD 62 – 52 per barrel
WTI: USD 59 – 48 per barrel
Rentang proyeksi ini mencerminkan pandangan bahwa pasar minyak berpotensi memasuki fase harga lebih rendah akibat kombinasi perlambatan ekonomi global, peningkatan efisiensi energi, serta produksi non-OPEC yang cenderung stabil atau meningkat.
Skenario bearish:
Permintaan global melemah lebih tajam dari ekspektasi, terutama jika perlambatan ekonomi China—sebagai konsumen minyak terbesar kedua dunia—berlanjut atau semakin dalam. Kondisi ini dapat menarik harga menuju batas bawah rentang proyeksi.
Skenario bullish:
Gangguan suplai dari Timur Tengah, baik karena ketegangan geopolitik maupun penurunan produksi mendadak, dapat mengangkat harga menuju area atas proyeksi, bahkan menembusnya dalam jangka pendek.
People Also Asked: Apakah harga minyak akan stabil tahun depan?
Harga minyak berpotensi relatif stabil, tetapi tetap sensitif terhadap kebijakan OPEC+ dan kondisi geopolitik. Stabil ≠ tanpa volatilitas; rentang fluktuasi mingguan masih dapat mencapai 5–8%.
Perbandingan Singkat Komoditas 2026
| Komoditas | Outlook | Sentimen Dominan | Kisaran Prediksi 2026 |
| Emas | Bullish | Penurunan suku bunga, permintaan bank sentral Asia, pertumbuhan ekonomi 2026 yang melambat | USD 4.300 – 4.700 |
| Perak | Bullish | Permintaan industri energi bersih, pertumbuhan ekonomi 2026 yang melambat, korelasi positif dengan emas | USD 58 – 65 (atau sesuaikan jika ingin mengikuti revisi rasio emas–perak 72:1 secara presisi) |
| Minyak (Brent) | Bearish | Kebijakan OPEC+, permintaan Asia melemah, percepatan transisi energi, pertumbuhan ekonomi 2026 yang melambat | USD 62 – 52 |
| Minyak (WTI) | Bearish | Suplai non-OPEC meningkat, permintaan global stagnan, pertumbuhan ekonomi 2026 yang melambat | USD 59 – 48 |
Implikasi untuk Trader & Investor
- Emas cocok untuk strategi diversifikasi dan hedging risiko.
- Perak menawarkan potensi return lebih agresif seiring pertumbuhan teknologi hijau.
- Minyak perlu pendekatan taktis berbasis volatility-trading, spread analysis, dan kebijakan OPEC+.
Tahun 2026 diwarnai oleh transisi kebijakan moneter, pertumbuhan teknologi hijau, dan ketidakpastian geopolitik. Berdasarkan analisis Valbury Research dan referensi global, outlook komoditas utama—emas, perak, dan minyak—cenderung positif dengan variasi tingkat risiko.
- Emas diproyeksikan tetap menjadi aset defensif unggulan.
- Perak menawarkan kombinasi sentimen bullish dari sisi industri.
- Minyak berpotensi bergerak stabil tetapi sensitif pada kebijakan OPEC+ dan geopolitik.
Trader dan investor disarankan untuk fokus pada manajemen risiko, monitoring kebijakan bank sentral, dan analisis perkembangan energi global sepanjang 2026.
Dapatkan analisis lebih mendalam, laporan riset mingguannya, serta strategi trading komoditas langsung dari Valbury Research.
Kunjungi portal riset kami dan temukan peluang terbaik untuk memaksimalkan portofolio komoditas Anda di 2026.
Referensi
- Apergis, N., & Payne, J. (2024). Gold prices and global interest rate expectations. Journal of International Financial Markets, Institutions & Money.
- Adams, J. et al. (2023). Solar PV expansion and industrial silver demand. Energy Economics.
- Bahloul, S. (2023). Geopolitical risk and crude oil volatility. Resources Policy.
- Perkiraan pertumbuhan ekonomi IMF: https://www.imf.org/-/media/files/publications/weo/2025/october/english/text.pdf