Dalam dunia trading forex dan komoditas, banyak pemula terjebak pada keinginan “cepat profit” melalui strategi agresif dan keputusan impulsif. Padahal, pengalaman praktis dan riset akademik justru menunjukkan bahwa konsistensi—bukan kecepatan—adalah faktor kunci keberhasilan jangka panjang. Di sinilah trend following menempati posisi penting sebagai salah satu strategi teknikal paling sederhana, rasional, dan teruji waktu, khususnya bagi trader pemula.
Artikel ini membahas trend following secara praktis dan step-by-step, dengan fokus pada bagaimana strategi ini membantu trader membangun disiplin, mengelola risiko, dan mengikuti struktur pasar—bukan melawannya.
Apa Itu Trend Following?
Trend following adalah strategi trading yang berfokus pada mengikuti arah pergerakan harga utama (trend)—naik (uptrend) atau turun (downtrend)—tanpa mencoba menebak titik puncak atau dasar harga. Prinsip dasarnya sederhana: Price moves in Trend
Asumsi kunci yang sering diambil trader pemula adalah bahwa “harga pasti segera berbalik”. Ini keliru. Pasar seringkali bergerak lebih lama dalam satu arah karena faktor fundamental, sentimen, dan perilaku kolektif pelaku pasar. Trend following justru memanfaatkan realitas ini dengan cara masuk saat trend sudah terkonfirmasi dan keluar ketika tanda pembalikan muncul.
Intinya: trend following tidak berusaha menjadi yang tercepat, tetapi yang paling konsisten.
Mengapa Trend Following Cocok untuk Trader Pemula?
Dari sudut pandang praktisi, ada tiga alasan utama:
- Aturan Objektif
Keputusan entry dan exit berbasis indikator, bukan emosi atau “feeling”. - Tekanan Psikologis Lebih Rendah
Trader tidak dipaksa untuk selalu benar. Strategi ini menerima bahwa loss adalah bagian dari sistem. - Risk Management Lebih Terukur
Stop loss dan target mengikuti struktur trend, bukan asumsi subjektif.
Penelitian Miffre & Rallis (2007) menunjukkan bahwa strategi trend following pada aset berjangka mampu menghasilkan risk-adjusted return yang stabil dalam jangka panjang—terutama saat pasar mengalami fase trending kuat.
Indikator Umum dalam Strategi Trend Following
1. Moving Average (MA)
Indikator paling dasar dan paling banyak digunakan.
- MA 20, 50, 100, 200
- Sinyal umum:
- Harga di atas MA → bias bullish
- Harga di bawah MA → bias bearish
- MA jangka pendek memotong MA panjang → konfirmasi perubahan trend
Moving average membantu trader menyaring noise dan fokus pada arah utama pasar.
2. Average Directional Index (ADX)
ADX tidak menunjukkan arah, tetapi kekuatan trend.
- ADX < 20 → pasar sideways (hindari trend following)
- ADX > 25 → trend cukup kuat untuk diikuti
Kesalahan umum pemula adalah memaksakan trend following di pasar yang tidak trending.
3. MACD
Digunakan untuk konfirmasi konfirmasi trend.
- Histogram di atas nol → konfirmasi bullish
- Histogram di bawah nol → konfirmasi bearish
MACD membantu trader tidak masuk terlalu terlambat saat trend mulai melemah.
Timeframe Terbaik untuk Trend Following
Salah satu asumsi keliru adalah bahwa timeframe kecil (M1–M5) lebih “cepat cuan”. Faktanya, timeframe kecil lebih penuh noise dan sangat menekan psikologi pemula.
Rekomendasi praktis:
- H4 → ideal untuk swing trader pemula
- Daily → paling stabil dan minim noise
- Weekly → untuk trader jangka menengah–panjang
Riset oleh Moskowitz, Ooi, dan Pedersen (2012) menunjukkan bahwa strategi time-series momentum (trend following) bekerja konsisten di berbagai kelas aset, terutama pada timeframe menengah hingga panjang.
Step-by-Step: Cara Menerapkan Trend Following
Langkah 1: Identifikasi Trend
Gunakan MA 50 & MA 200 di timeframe H4 atau Daily.
- MA 50 di atas MA 200 → uptrend
- MA 50 di bawah MA 200 → downtrend
Langkah 2: Tunggu Pullback, Bukan Kejar Harga
Masuk posisi saat harga melakukan koreksi ringan ke area MA.
Ini membantu mendapatkan risk-reward yang lebih rasional.
Langkah 3: Konfirmasi
Pastikan ADX > 25 dan MACD searah trend utama.
Langkah 4: Tentukan Stop Loss & Exit
- Stop loss di bawah swing low (uptrend) atau di atas swing high (downtrend)
- Exit saat:
- Harga menembus MA utama, atau
- Struktur trend rusak (lower high / higher low gagal terbentuk)
Pendekatan ini menekankan perlindungan modal, bukan maksimalisasi profit jangka pendek.
Apakah Trend Following Cocok untuk Emas (XAUUSD)?
Ya—bahkan sangat cocok. Emas sering membentuk trend kuat akibat:
- Kebijakan suku bunga
- Inflasi global
- Sentimen risiko (risk-on / risk-off)
Karakter ini membuat XAUUSD ideal untuk trend following di timeframe H4 dan Daily, dibanding scalping agresif.
People Also Asked (PAA)
Apa itu trend following?
Strategi trading yang berfokus mengikuti arah trend pasar, bukan menebak pembalikan harga.
Indikator terbaik untuk trend following?
Moving Average, ADX, dan MACD adalah kombinasi paling umum dan praktis.
Apakah trend following cocok untuk emas?
Ya. Emas sering membentuk trend kuat sehingga ideal untuk strategi ini.
Timeframe terbaik untuk trend following?
H4 dan Daily adalah pilihan paling seimbang untuk pemula.
Trend following bukan strategi “cepat kaya”. Ia adalah pendekatan disiplin, terstruktur, dan realistis yang selaras dengan perilaku alami pasar. Bagi trader pemula, strategi ini membangun fondasi paling penting dalam trading: konsistensi, kontrol emosi, dan manajemen risiko.
Alih-alih mencoba mengalahkan pasar, trend following mengajarkan satu prinsip sederhana namun krusial: ikuti apa yang pasar lakukan, bukan apa yang kamu harapkan.
Untuk memahami bagaimana strategi trend following bekerja secara konsisten, trader pemula perlu ruang belajar yang memungkinkan pengujian strategi tanpa tekanan risiko. Melalui akun demo Valbury, kamu dapat menerapkan indikator teknikal seperti Moving Average, ADX, dan MACD pada berbagai timeframe—mulai dari H4 hingga Daily—serta melatih disiplin mengikuti struktur trend pasar. Dengan lingkungan trading yang teregulasi dan pendekatan edukatif yang terarah, Valbury mendukung proses pembelajaran trader agar fokus pada konsistensi, manajemen risiko, dan pengambilan keputusan berbasis analisis.
Referensi
- Miffre, J., & Rallis, G. (2007). Momentum strategies in commodity futures markets. Journal of Banking & Finance, 31(6), 1863–1886.
- Moskowitz, T. J., Ooi, Y. H., & Pedersen, L. H. (2012). Time series momentum. Journal of Financial Economics, 104(2), 228–250.
- Hurst, B., Ooi, Y. H., & Pedersen, L. H. (2017). A century of evidence on trend-following investing. Journal of Portfolio Management, 44(1), 15–29.

