- Perak rebound menuju $60 tetapi struktur tren turun tetap utuh.
- RSI membaik di bawah 50, mengindikasikan pembeli belum sepenuhnya mengendalikan pasar.
- Penembusan di bawah $57,22 membuka peluang ke support $55,63 dan $54,39.
Harga Perak melonjak lebih dari 2,70% pada hari Kamis, naik mendekati $60,00 seiring imbal hasil Treasury AS mundur dan Dolar AS anjlok lebih dari 0,12%. Pada saat penulisan, XAG/USD diperdagangkan di $59,94, setelah memantul dari level terendah harian di $57,59.
XAG/USD Price Forecast: Prospek teknis
Tren turun tetap utuh, dengan struktur lower high dan lower low tetap utuh, meskipun logam putih ini telah memantul dari level terendah mingguan di bawah $58,00.
Dalam jangka pendek, momentum berpihak pada pembeli, seperti yang ditunjukkan oleh Relative Strength Index (RSI), tetapi indikator ini tetap berada di bawah level netral 50, mengindikasikan potensi kelanjutan kembali tren turun.
Jika XAG/USD berhasil menembus angka $60,00 secara meyakinkan, pergerakan menuju swing high 6 Juli ada dalam radar. Setelah ditembus, pembeli dapat menantang garis tren resistance menurun di sekitar $64,70, sebelum melancarkan serangan kuat pada pertemuan Simple Moving Average (SMA) 50- dan 200-hari di $70,25
Di sisi lain, dan juga jalur yang paling mungkin, jika Perak turun di bawah level terendah pekan ini di 57,22, hal itu membuka jalan untuk menguji cycle low 24 Juni di $55,63. Di bawah level ini, area minat berikutnya adalah tertinggi harian 12 November 2025 yang berubah menjadi support di $54,39.
XAG/USD Price Chart — Harian

Pertanyaan Umum Seputar Perak
Perak adalah logam mulia yang banyak diperdagangkan di kalangan investor. Secara historis, perak telah digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Meskipun kurang populer dibandingkan Emas, investor dapat beralih ke Perak untuk mendiversifikasi portofolio investasi mereka, untuk nilai intrinsiknya atau sebagai lindung nilai potensial selama periode inflasi tinggi. Para investor dapat membeli Perak fisik, dalam bentuk koin-koin atau batangan, atau memperdagangkannya melalui sarana seperti Dana yang Diperdagangkan di Bursa, yang melacak harganya di pasar internasional.
Harga Perak dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang dalam dapat membuat harga Perak meningkat karena statusnya sebagai tempat berlindung yang aman, meskipun pada tingkat yang lebih rendah daripada Emas. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Perak cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah. Pergerakannya juga bergantung pada bagaimana Dolar AS (USD) berperilaku karena aset tersebut dihargai dalam dolar (XAG/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Perak tetap stabil, sedangkan Dolar yang lemah cenderung mendorong harga naik. Faktor lain seperti permintaan investasi, pasokan pertambangan – Perak jauh lebih melimpah daripada Emas – dan tingkat daur ulang juga dapat memengaruhi harga.
Perak banyak digunakan dalam industri, khususnya di sektor-sektor seperti elektronik atau energi surya, karena memiliki salah satu konduktivitas listrik tertinggi dari semua logam – lebih dari Tembaga dan Emas. Lonjakan permintaan dapat meningkatkan harga, sementara penurunan cenderung menurunkannya. Dinamika ekonomi AS, Tiongkok, dan India juga dapat berkontribusi pada perubahan harga: bagi AS dan khususnya Tiongkok, sektor industri besar mereka menggunakan Perak dalam berbagai proses; di India, permintaan konsumen terhadap logam mulia ini yang digunakan dalam perhiasan juga memainkan peran penting dalam menentukan harga.
Harga Perak cenderung mengikuti pergerakan Emas. Ketika harga Emas naik, Perak biasanya mengikutinya, karena statusnya sebagai aset-aset safe haven serupa. Rasio Emas/Perak, yang menunjukkan jumlah ons Perak yang dibutuhkan untuk menyamakan nilai satu ons Emas, dapat membantu menentukan valuasi relatif antara kedua logam tersebut. Beberapa investor mungkin menganggap rasio yang tinggi sebagai indikator bahwa Perak dinilai terlalu rendah, atau Emas dinilai terlalu tinggi. Sebaliknya, rasio yang rendah mungkin menunjukkan bahwa Emas dinilai terlalu rendah relatif terhadap Perak.