- Perak menembus di bawah SMA 200-hari saat para penjual kembali menguasai.
- RSI tetap bearish, meskipun momentum penurunan mulai kehilangan tenaga.
- Penembusan di bawah $61,06 membuka support di $60,00 dan $54,39.
Harga Perak jatuh untuk hari ketiga berturut-turut, turun lebih dari 3,32% pada hari Jumat, didorong oleh kekuatan luas Dolar AS, dan kenaikan imbal hasil Treasury AS, yang telah meningkat sejak hari Rabu, akibat sikap hawkish The Fed.
Perkiraan Harga XAG/USD: Outlook Teknis
Harga Perak terus menurun setelah menembus Simple Moving Average (SMA) 200-hari di $69,11, yang telah diuji tiga kali minggu ini, namun para pembeli menyerah, dan para penjual mendapatkan kendali, mendorong logam putih di bawah $65,00.
Momentum menunjukkan bahwa para bearish terus mendapatkan daya tarik, seperti yang ditunjukkan oleh Relative Strength Index (RSI), meskipun perlu dicatat bahwa para penjual tampaknya mulai kehilangan tenaga.
Untuk kelanjutan bearish, XAG/USD perlu menembus terendah harian 23 Maret di $61,06. Di bawah level ini, support berikutnya adalah level $60,00, diikuti oleh support yang sebelumnya merupakan tertinggi harian 13 November 2025 di $54,39, sebelum mencapai level $50,00.
Sebaliknya, untuk XAG/USD melanjutkan tren naiknya, para pembeli harus menaklukkan SMA 200-hari di $69,11. Di atas level ini, area berikutnya yang menjadi perhatian adalah level $70,00, diikuti oleh SMA 50-hari di $74,88.
Grafik Harga XAG/USD – Harian

Pertanyaan Umum Seputar Perak
Perak adalah logam mulia yang banyak diperdagangkan di kalangan investor. Secara historis, perak telah digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Meskipun kurang populer dibandingkan Emas, investor dapat beralih ke Perak untuk mendiversifikasi portofolio investasi mereka, untuk nilai intrinsiknya atau sebagai lindung nilai potensial selama periode inflasi tinggi. Para investor dapat membeli Perak fisik, dalam bentuk koin-koin atau batangan, atau memperdagangkannya melalui sarana seperti Dana yang Diperdagangkan di Bursa, yang melacak harganya di pasar internasional.
Harga Perak dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang dalam dapat membuat harga Perak meningkat karena statusnya sebagai tempat berlindung yang aman, meskipun pada tingkat yang lebih rendah daripada Emas. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Perak cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah. Pergerakannya juga bergantung pada bagaimana Dolar AS (USD) berperilaku karena aset tersebut dihargai dalam dolar (XAG/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Perak tetap stabil, sedangkan Dolar yang lemah cenderung mendorong harga naik. Faktor lain seperti permintaan investasi, pasokan pertambangan – Perak jauh lebih melimpah daripada Emas – dan tingkat daur ulang juga dapat memengaruhi harga.
Perak banyak digunakan dalam industri, khususnya di sektor-sektor seperti elektronik atau energi surya, karena memiliki salah satu konduktivitas listrik tertinggi dari semua logam – lebih dari Tembaga dan Emas. Lonjakan permintaan dapat meningkatkan harga, sementara penurunan cenderung menurunkannya. Dinamika ekonomi AS, Tiongkok, dan India juga dapat berkontribusi pada perubahan harga: bagi AS dan khususnya Tiongkok, sektor industri besar mereka menggunakan Perak dalam berbagai proses; di India, permintaan konsumen terhadap logam mulia ini yang digunakan dalam perhiasan juga memainkan peran penting dalam menentukan harga.
Harga Perak cenderung mengikuti pergerakan Emas. Ketika harga Emas naik, Perak biasanya mengikutinya, karena statusnya sebagai aset-aset safe haven serupa. Rasio Emas/Perak, yang menunjukkan jumlah ons Perak yang dibutuhkan untuk menyamakan nilai satu ons Emas, dapat membantu menentukan valuasi relatif antara kedua logam tersebut. Beberapa investor mungkin menganggap rasio yang tinggi sebagai indikator bahwa Perak dinilai terlalu rendah, atau Emas dinilai terlalu tinggi. Sebaliknya, rasio yang rendah mungkin menunjukkan bahwa Emas dinilai terlalu rendah relatif terhadap Perak.