< Kembali

Potensi Emas Di Atas 1820, Inflasi dan Powell Pemicunya

13 July 2021

Potensi pelemahan indeks dolar AS dalam minggu ini dikarena kembali kekhawatiran terhadap pandemi corona di sejumlah negara global seperti di Asia Pasific. Selain itu, data penting AS pun turut menjadi penentu arah pergerakan dolar selanjutnya.
 
Faktor lain pasar terlihat rehat sejenak pasca rilisan data ketenagakerjaan AS yang awal bulan ini diluar dugaan angka pengangguran mengalami kenaikan. Hal ini membuat penilaian terhadap pasar tenaga kerja AS yang belum sepenuhnya bertahan di angka yang membaik.

Sejumlah data ekonomi penting jadi fokus minggu ini laporan inflasi AS dan juga penjualan ritel. Ditambah lagi pidato Ketua Fed Jerome Powell mengenai kebijakan moneter di depan Kongres. Pasar pun tidak mengesampingkan even penting minggu ini dari rapat regular Bank Sentral Selandia Baru (RBNZ), Bank Sentral Kanada (BOC) dan Bank Sentral Jepang (BOJ).

Waspadai makin meningkatnya jumlah pasien terkena virus corona di Asia Pasific. Dapat membebani kinerja saham Asia, kendati bursa indeks utama Wall Street menorehkan penguatan seiring dengan bargain hunting dan memasuki musim laporan korporasi di AS di kuartal kedua.

Indeks dolar AS berpotensi melemah untuk bergerak di bawah 92, dimana rentan harga pada 91.00 – 92.00. Kendati mengalami pelemahan potensi penguatan bisa terjadi dengan penembusan dan penutupan di atas 92.80. Penguatan tidak hanya dari data faktor kenaikan yield obligasi bertenor 10 tahun AS dan juga safe haven bila meningkatnya kecemasan global akan pandemi covid-19 varian Delta.

Kalangan analis memperkirakan akan adanya isyarat tapering, namun sebagian lainnya berpendapat kemungkinan the Fed tidak merubah kebijakannya karena meski inflasi terus meningkat dan konsumsi telah pulih. Namun pasar tenaga kerja tidak lebih baik dibandingkan sebelum pandemi. 

Para ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan laju inflasi AS meningkat 0.4% untuk bulan ke bulan di bulan Juni 2021, atau naik 4.0% secara tahun ke tahun. Penguatan inflasi yang melebihi ekspektasi berpotensi mendorong The Fed mengetatkan kebijakan lebih awal. Namun, ekspektasi itu juga bisa gugur jika Powell lagi-lagi mengesampingkan kenaikan inflasi saat ini. 

Sementara itu, People's Bank of China (PBoC) pada hari Jumat lalu mendadak mengumumkan pelonggaran moneter baru guna mendorong pemulihan ekonomi pasca-pandemi. Keputusan itu memperoleh tanggapan dingin dari pelaku pasar.

Indeks Dollar (Weekly)

Support & Resisten 
R3 : 93.50            
R2 : 93.18            
R1 : 92.65

Pivot : 92.33      
     
S1 : 91.80
S2 : 91.48
S3 : 90.95

Secara mingguan DXY sudah menunjukkan sinyal pembalikan dari parameter stochastic, dimana area 92.00, menjadi ujian pertama area atas dimana konfirmasi penurunan lanjutan bila tutup di bawah 92.00 akan membawa indeks ke 91.26. Sebaliknya area 92.00 menjadi batas atas dengan berikutnya 92.85, waspadai penutupan di atas area tersebut akan mendorong DXY untuk ke level 94.00. 


EURUSD (Weekly)

Support & Resistance
R3 : 1.20350            
R2 : 1.19644    
R1 : 1.19215            

Pivot : 1.18509
    
S1 : 1.18080
S2 : 1.17374
S3 : 1.16945

Euro secara mingguan terganjal pada area 1.1880, dimana konfirmasi penembusan akan berlanjut ke 1.1930. Trend kenaikan jangka pendek dan membentuk range baru 1.1900 – 1.2050 dengan konfirmasi penutupan di atas 1.1960. Sebaliknya penutupan di bawah 1.1810 maka target selanjutnya menekan 1.1730. 


GBPUSD (Weekly)

Support & Resistance
R3 : 1.41010            
R2 : 1.39989    
R1 : 1.39447            

Pivot : 1.38426    

S1 : 1.37884
S2 : 1.36863
S3 : 1.36321

Potensi penguatan minggu ini berlanjut. Walau Stochastic yang tengah bergerak naik, dan harga tengah menguji kembali 1.3916. Penutupan mingguan di atas area 1.40000 tersebut akan menjadi trend naik jangka pendek dengan membuka range baru GBP pada 1.4000 – 1.4150.  Penurunan bila penutupan terjadi bawah 1.3850 karena berikutnya 1.3750. 


XAUUSD (Weekly)

Support & Resistance
R3 : 1856.41            
R2 : 1837.33    
R1 : 1822.56            

Pivot : 1803.48    

S1 : 1788.71
S2 : 1769.63
S3 : 1754.86

Kenaikan secara mingguan pada XAU tertunda, setelah gagal bertahan di atas 1820. Indikator MACD yang minggu ini bergerak di atas zona positif akan memompa emas ke area tersebut, ditambah stochastic yang kemungkinan akan menjadi penghalang kenaikan yang kuat, karena memasuki zona koreksi. Target minggu ini bergerak pada kisaran 1800 – 1850.  Dimana batas atas terlihat pada area 1820 dan 1845. Koreksi dapat terjadi ke area bawah 1791 dan 1770, dimana ancaman perubahan trend bila penutupan di bawah 1750.  


(Disclaimer On)