< Kembali

Daily Investment Summary 08 November 2019

08 November 2019



Global
- Mata uang poundsterling Inggris melemah melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (7/11/19). Dalam pengumuman kebijakan moneter, dua dari sembilan anggota komite kebijakan moneter (Monetary Policy Committee/MPC) memilih untuk memangkas suku bunga. BoE memprediksi dalam tiga tahun ke depan ekonomi Inggris akan tumbuh 1% atau di bawah itu. Pasar keuangan global cukup cerah setelah ada kabar baik dalam kesepakatan dagang Amerika Serikat (AS) dan China. Kedua belah pihak dikabarkan telah setuju untuk secara bersama-sama menghapuskan bea masuk yang menyasar produk impor dari masing-masing negara senilai ratusan miliar tersebut. 

Asia- Sentimen positif bagi bursa saham China dan Hong Kong datang dari perkembangan yang begitu positif terkait kesepakatan dagang tahap satu AS-China. 

Indonesia- Harga obligasi rupiah pemerintah ditutup terkoreksi pada perdagangan Kamis (7/11/19) di tengah kekhawatiran global dan tekanan sektor perbankan dari dalam negeri. Dari dalam negeri, sentimen negatif datang dari data penjualan ritel kemarin yang anjlok sehingga menekan ekspektasi pelaku pasar serta tekanan dari pemerintah yang menginginkan bunga bank turun pasca pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia. SUN adalah surat berharga negara (SBN) konvensional rupiah yang perdagangannya paling ramai di pasar domestik, sehingga dapat mencerminkan kondisi pasar obligasi secara umum. Keempat seri yang menjadi acuan pasar adalah FR0077 bertenor 5 tahun, FR0078 bertenor 10 tahun, FR0068 bertenor 15 tahun, dan FR0079 bertenor 20 tahun. Seri acuan yang paling melemah adalah FR0078 yang bertenor 10 tahun dengan kenaikan yield 3,9 basis poin (bps) menjadi 7%. Besaran 100 bps setara dengan 1%. 


 

 



Source: berbagai sumber diolah kembali

Download: PDF