< Kembali

Daily Investment Summary 14 November 2019

14 November 2019



Global- Trump mengambil kredit terhadap rally yang terjadi pada Wall Street dan meyakinkan pasar bahwa pencapaian yang lebih tinggi dapat tercapai hanya saja bila Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Fed memberikan dukungan berupa pemotongan tingkat suku bunga (FFR). Bursa saham AS yang mencapai rekor tertinggi sepanjang masa dibuktikan dengan perekonomian AS relatif lebih baik dibandingkan mayoritas negara maju lainnya. Pertumbuhan PDB AS kuartal III tercatat sebesar 2.0% QoQ, kendati melemah dari kuartal II di 3.1% QoQ namun lebih tinggi dibandingkan konsensus. Hal tersebut menunjukan bahwa perlambatan perekonomian tidak seburuk perkiraan.
 
Asia- Kericuhan dan demonstrasi yang terjadi di Hong Kong membawa kekhawatiran bahwa pemerintah China akan mengambil tindakan tegas secara langsung untuk mengendalikan aksi anarkis tersebut. Indeks Nikkei 225 Jepang terkoreksi 0.76% ke 23341 ditengah bukti perlambatan yang semakin nyata. Inflasi PPI tumbuh 1.1% MoM, dibawah perkiraan dan susut 0.4% YoY. Nilai tukar Yen terapresiasi dibawah JP¥109 per dolar AS ditengah akumulasi safe haven.
 
Indonesia- Nilai tukar Rupiah sedikit melemah ke Rp14082 sementaral investor asing net buy Rp281.3 miliar pada perdagangan kemarin. Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang masih menunjukan saldo defisit, namun menunjukan perbaikan menjadi US$46 juta dibandingkan deifist US$2 miliar. Bank Indonesia menilai NPI menunjukan penguatan ketahanan ekonomi Indonesia. Neraca dagang Indonesia diprediksi akan semakin melebar pada Oktober dari posisi bulan sebelumnya yang diakibatkan penurunan ekspor dan impor.  Sebelumnya pada sembilan bulan pertama 2019, defisit neraca dagang Indonesia mencapai US$ 1.95 miliar.
 

 

 



Source: berbagai sumber diolah kembali

Download: PDF