< Kembali

Daily Investment Summary 02 Desember 2019

02 December 2019



Global-  Bursa saham di Asia melanjutkan koreksinya ditengah minimnya katalis seiring hari libur Thanksgiving Amerika Serikat (AS). Hampir dapat dipastikan bahwa window dressing pada akhir bulan November ini belum dapat terlaksana. Keputusan Presiden AS, Donald Trump, meresmikan undang- undang pro-demokrasi untuk Hong Kong membuat investor khawatir bahwa hal ini akan menghambat penyelesaian kesepakatan perdagangan AS-Cina pada akhir tahun. Sebagai tanggapan keputusan Trump, Kementerian Luar Negeri Cina mengeluarkan pernyataan yang menegaskan bahwa negara itu tidak akan tinggal diam begitu saja melihat tindakan AS. Pemerintah AS sudah campur tangan murni dalam urusan dalam negeri Cina.
 
Asia- Bursa saham China dan Hong Kong menguat kala kesepakatan dagang AS-China semakin abu-abu. Global Times selaku media yang dimiliki oleh Partai Komunis China memberitakan bahwa prioritas utama dari Beijing adalah untuk mendorong AS menghapuskan bea masuk tambahan terhadap produk-produk impor asal China yang sudah dibebankan selama periode perang dagang kedua negara. Pemberitaan tersebut mengutip sumber-sumber yang mengetahui jalannya negosiasi dagang AS-China.
 
Indonesia- Pasar obligasi pemerintah diprediksi masih dapat tertekan dan menurunkan harga di pasar karena adanya perubahan tren jangka pendek. Sentimen negatif diprediksi masih akan dominan di pasar meskipun pemerintah membatalkan dua sisa rencana lelang hingga akhir tahun, mengingat target pendanaan APBN tahun 2019 yang bersumber dari lelang penerbitan surat berharga negara (SBN) sudah terpenuhi. Terkait dengan porsi investor di pasar SBN, data DJPPR terakhir menunjukkan investor asing menggenggam Rp 1.069 triliun SBN, atau 38,68% dari total beredar Rp 2.764 berdasarkan data per 27 November.
 

 

 



Source: berbagai sumber diolah kembali

Download: PDF