< Kembali

Daily Investment Summary 14 Januari 2020

14 January 2020




Global- Bursa saham global berhasil diperdagangkan secara menguat pasca dirilisnya data ketenagakerjaan non-pertanian Amerika Serikat (AS) pada Jumat (10/01) yang menimbulkan ketidakpastian terhadap kondisi perekonomian di AS. AS mencatatkan penambahan jumlah lapangan perkerjaan per bulan Desember 2019 sebanyak 139ribu, lebih rendah dibandingkan perkiraan konsensus di 152ribu. Data yang tidak sesuai dengan ekspektasi tersebut juga diiringi kenaikan upah yang dibawah proyeksi. Upah pekerja per jam hanya mengalami kenaikan 0.1% mom, atau 2.9% yoy, lebih rendah dibandingkan ekspektasi di 0.3% mom, atau 3.1% yoy. Data yang tidak sesuai dengan perkiraan tersebut memberikan signal mixed bagi fundamental ekonomi AS sehingga Produk Domestik Bruto (PDB) AS diperkirakan untuk tumbuh 2.3% QoQ. Kendati demikian, tingkat pengangguran masih berada di rekor terendahnya sepanjang 50 tahun terakhir, yakni 3.5%.
 
Asia- Kelanjutan rally yang terjadi pada pasar didukung oleh optimisme antara AS dan China untuk melakukan penandatanganan kesepakatan dagang tahap I di Washington pada Rabu (15/01) mendatang. Konsensus menilai bahwa usaha yang dilakukan oleh administrasi Trump menunjukan bahwa pihaknya menginginkan hubungan internasional yang berkelanjutan.   
 
Indonesia- IHSG berhasil menguat 21.626 poin, atau 0.34% yang didukung oleh aksi beli bersih investor asing sebesar Rp237.53 miliar. Momentum masuknya dana investor asing ke dalam negeri dapat terlihat dari apresiasi Rupiah yang kembali menguat kesekitar Rp13708 per USD. Bank Indonesia (BI) menilai bahwa penguatan Rupiah sesuai dengan mekanisme pasar dan masih bergerak sesuai dengan kondisi fundamental domestik, sehingga BI memutuskan untuk tidak melakukan intervensi. Kondisi penguatan Rupiah didukung oleh kondisi makroekonomi yang membaik. Tingkat inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) yang terjaga disekitar 2.72% yoy sementara didukung oleh peningkatan cadangan Devisa Indonesia per Desember 2019 menjadi US$129.18 miliar mengembalikan kepercayaan investor untuk kembali menanamkan modalnya di dalam negeri.
 





Source: berbagai sumber diolah kembali

Download: PDF