< Kembali

Daily Investment Summary 11 Juni 2021

11 June 2021



Global - Bursa saham global cenderung variatif pada perdagangan Kamis (10/06) mengikuti Wall Street yang ditutup serupa pada pagi hari. Sementara, indeks-indeks di Eropa tentative bergerak mixed. Fokus pasar adalah menanti data consume AS yang akan diumumkan malam nanti. Namun, para pengamat memperkirakan inflasi akan cukup tinggi, bahkan angka inflasi inti yang mengekslusi makanan dan energy yang akhir- akhir ini mengalami kenaikan akan mencapai 3,5% YoY pada Mei 2021, atau tertinggi dalam 28 tahun terakhir. Sehingga, angka headline inflasi akan mencapai 4,7% YoY, atau tertinggi sejak tahun 2008. Bahkan ada yang meramalkan akan mencapai lebih dari 5%. Inflasi di AS yang cepat ini bahkan juga diproyeksi akibat kenaikan berbagai macam layanan jasa yang dihindari saat pandemic yakni tiket pesawat dan perhotelan, ditambah dengan adanya libur musim panas. Sebelumnya, The Fed menegaskan bahwa inflasi tinggi saat ini hanya berlangsung transient atau sementara, namun sementara jika inflasi ini cukup persistent maka akan memaksa bank sentral untuk mengurangi support kebijakan moneter, yang dikhawatirkan oleh negara lainnya karena kecepatan recovery yang berbeda-beda ditengah vaksin yang terbatas. The Fed juga menargetkan inflasi sedikit lebih tinggi diatas 2% sebagai syarat untuk menghentikan support moneter. Bahkan, beberapa pengamat memperkirakan The Fed dapat mulai membicarakan tapering pada pertemuan Agustus 2021 dalam Simposium di Jackson Hole. Sementara itu, komoditas minyak menjauh dari titik tertinggi dalam dua tahun dengan Brent berada di kisaran USD71 per barrel dan WTI berada pada kisaran USD69 par barrel.
 
Asia - Nikkei 225 naik 0,34% disusul oleh Kospi yang menguat 0,26%. Shanghai 0,54% tetapi Hang Seng cenderung flattish. 
 
Indonesia - IHSG rally nyaris 1,00% dengan Rupiah yang cenderung stabil dan berada Rp14,267 per dolar AS. Asing membalik menjadi NET SELL sebesar Rp44,82 miliar dengan saham-saham yang menjadi sasaran net SELL adalah TBIG, BFIN, PGAS dan BBTN. Kami melihat kenaikan IHSG hari ini selain dari sentimen Asia yang cukup positif, adanya rilis data ekonomi domestic juga berkontribusi. BI mengumumkan adanya kenaikan indeks penjualan ritel pada April 2021 yang naik 17,3% MoM dan 15,6% YoY mengakhiri tren kontraksi IPR. Kenaikan IPR tersebut bertepatan dengan datangnya bulan Ramadhan dan perbaikan ekonomi yang mulai terlihat.
 




Source: berbagai sumber diolah kembali

Download: PDF