< Kembali

Daily Investment Summary 11 Oktober 2021

11 October 2021



Global - Bursa global bergerak cenderung bergerak variatif sepanjang minggu ini yang berakhir Jumat (08/10). Sentimen utama global digerakkan oleh AS terutama setelah Washington mengumumkan penurunan claim pengangguran terendah dalam tiga bulan terakhir sebesar 36.000 menjadi 326.000 sepanjang minggu lalu pada 2 Oktober 2021. Angka tersebut lebih baik dibandingkan dengan proyeksi analis yang mencapai 348.000. Selain itu, angka PHK telah turun 85% YoY dibandingkan dengan September 2020. Perbaikan dari data tenaga kerja tersebut diproyeksi mendorong The Fed untuk mengeksekusi rencana untuk melakukan tapering pada November 2021 mendatang. Selain itu, Senat AS berhasil mencapai kesepakatan bipartisan mengenai tambahan pagu utang sebesar USD480 miliar yang berlaku hingga awal Desember 2021. Sehingga, menghindarkan AS untuk melakukan shutdown dan default, memberikan sentiment positif ke pasar. Akan tetapi, disisi lain, krisis energy dan kekhawatiran inflasi tinggi yang persistent masih membayangi pasar. Bahkan, krisis energy telah meluas ke India yang merencanakan melakukan pemadaman listrik karena kekurangan stok batubara, di lain pihak Coal India berusaha untuk mendorong produksi karena pembangkit listrik sulit menemukan supplier. Di sisi lain, harga gas alam di Eropa juga telah naik hanmpir 600% dan mendorong harga batubara diatas level USD200 per MT. Dikhawatirkan, dengan supply energy yang terbatas mendorong inflasi lebih lama dan lebih tinggi dibandingkan proyeksi, sehingga dapat mendorong suku bunga secara cepat yang juga akan kontraproduktif terhadap level utang tiap negara. Selain itu, naiknya harga energy dan permaasalah supply faktor produksi juga dapat menurunkan tingkat ekspansi manufaktur secara global.
 
Indonesia - IHSG berhasil naik 4,06% sepanjang seminggu terakhir, dengan Rupiah cenderung stabil berada Rp14.173 per dolar AS. Hal ini dibarengi aksi asing melanjutkan NET BUY tinggi senilai Rp10,67 triliun sepanjang pekan ini saham-saham yang menjadi sasaran net BUY antara lain BBRI, BBCA, BMRI dan PGAS. Saat ini, krisis energy dan inflasi masih belum terdampak Indonesia. Kelangkaan batubara disejumlah negara justru menguntungkan Indonesia, tetapi, dengan peningkatan harga minyak dikhawatirkan memperbesar defisit transaksi berjalan. Di sisi lain, pemerintah sepertinya masih menahan harga BBM dengan pertimbangan daya beli masyarakat yang masih belum kembali ke level pra-pandemi.
 




Source: berbagai sumber diolah kembali

Download: PDF