< Kembali

Daily Investment Summary 12 Juli 2021

12 July 2021



Global - Saham-saham diperdagangkan di bursa global bergerak variatif pada minggu ini yang ditutup Jumat (09/07) dengan Wall Street kami akan perkirakan bergerak flat pada penutupan.  Secara umum, bursa global dihinggapi sentimen negative oleh adanya penyebaran varian Delta yang juga telah meluas di Asia dan AS juga kembali mencatatkan kenaikan harian melebihi rata-rata mingguannya. Merespon hal ini, harga WTI dan Brent turun menjadi kisaran USD72/barrel dan USD74/barrel.
 
Asia - Nikkei 225 terkontraksi dalam 2,67% sepanjang minggu ini setelah Pemerintah Jepang kembali menetapkan kondisi darurat setelah adanya peningkatan kasus di Tokyo hingga tanggal 22 Agustus 2021. Dengan demikian, kegiatan Olimpiade yang akan diadakan sebentar lagi diproyeksikan tanpa penonton. Kenaikan kasus juga terjadi di Korea Selatan dengan pemerintah setempat juga menerapkan aturan pembatasan lebih ketat level 4, sehingga Kospi turun 0,1% pekan ini. Sementara itu, Shanghai juga melemah 1,86% pekan ini setelah rilis consumer price index pada Juni 2021 yang meningkat 1,1%, yang lebih rendah dibandingknan proyeksi 1,3%. Namun, rilis harga produsen pada Juli 2021 naik 8,8%, atau sesuai proyeksi. Tetapi, angkanya cenderung menurun dari 9% pada Mei 2021 lalu. Selain itu, adanya berbagai restriksi yang diterapkan oleh pemerintah Beijing juga mendorong aksi sell off pada emiten-emiten teknologi, juga adanya pengumuman AS yang terus menurus membatasai perusahaan Cina. Sehingga Hangseng menurun 5,15% pekan ini
 
Indonesia - Kendati diselimuti sentimen negative IHSG berhasil naik 0,28% dalam seminggu terakhir namun pergerakkan Rupiah yang melemah cukup dalam dan berada pada Rp14,506 per dolar AS. Asing mencatatkan NET SELL sebesar Rp532,33 miliar pekan ini dengan saham-saham yang menjadi sasaran net SELL adalah TLKM, BFIN, BBCA dan MMLP. Ditengah sentimen negative, terungkap kabar IPO Bukalapak dengan target perolehan dana Rp21,9 triliun dengan 25% akan dilepas kepada public. Ditengah pelaksanaan PPKM darurat, pemerintah melakukan kontrak secara ketat terhadap kegiatan masyarakat ditengah angka kasus covid-19 yang meningkat eksponensial dan terus menciptakan rekor. Diperkirakan angka kasus Indonesia dapat mencapai lebih dari 50,000 kasus sehari.
 







Source: berbagai sumber diolah kembali

Download: PDF