< Kembali

Daily Investment Summary 13 Oktober 2021

13 October 2021



Global - Indeks-indeks global bergerak di zona merah pada perdagangan Selasa (12/10) setelah Wall Street terkontraksi pada pagi hari. Tren koreksi bursa secara global akibat investor mengkhawatirkan inflasi yang didorong dari beberapa fakto yakni dari, kelangkaan container, harga sewa angkutan freight yang naik tajam hingga berkali-kali lipat, hingga produksi di beberapa negara yang belum kembali normal dan harga energy yang semakin tinggi. Adapun, saat ini, WTI berada diatas USD83 per barrel dan WTI berada pada USD80 per barrel. Kenaikan harga minyak juga diperburuk keputusan OPEC+ menolak lebih jauh menambah produksi, bertahan pada keputusan Juli 2021 lalu yang menambah 400.000/bpod hingga April 2021. Demikian juga dengan harga batubara bertahan diatas USD240 per MT. Bahkan, batubara Newcatle future November berada di USD257 per barrel, dibandingkan future Oktober pada USD244 per MT. Ketatnya supply energy ini terlihat dari pemadaman listrik di Cina dan India juga antrean di Eropa, yang dikhawatirkan dapat memperlambat recovery ekonomi global karena supply chain yang terhambat. Kemudian, inflasi yang sebelumnya diprediksi bersifat transitory secara dikhawatirkan akan berlangsung lebih lama dibandingkan perkiraan sebelumnya.
 
Asia - Tingginya inflasi juga mempengaruhi penurunan Nikkei 225 yang turun 0,94%. Berdasarkan survey dari Bank of Japan harga wholesale naik 6,3% YoY pada September 2021 yang disebabkan karena kenaikan harga faktor produksi. Akan tetapi, kenaikan harga produksi tersebut tidak dibarengi dengan kenaikan harga pada consumer yang hanya naik 1,8% YoY. Sehingga, mengurangi bottom line perusahaan di Jepang. Sementara itu, Shanghai dan Hangseng masing-masing melemah 1,25% dan 1,43%.
 
Indonesia - Berlawanan dengan bursa global, IHSG justru rebound 0,41% dengan Rupiah cenderung stabil berada Rp14.xxx per dolar AS. Tetapi, asing berbalik NET SELL senilai Rp428,61 miliar, tetapi untuk pasar regular justru NET BUY Rp1,25 triliun, saham-saham yang menjadi sasaran net BUY antara lain BBRI, BMRI, BBCA dan MDKA. Ditengah oleh inflasi yang tinggi di negara-negara maju, asing banyak memindahkan aset ke EM yang belum terdampak inflasi global dan penghasil komoditas energy. Di samping itu, kepercayaan konsumen Indonesia yang meningkat September 2021, diprediksi akan terus menguat sejalan dengan pelonggaran kasus covid-19.
 




Source: berbagai sumber diolah kembali

Download: PDF