< Kembali

Daily Investment Summary 14 September 2021

14 September 2021



Global - Zona Eropa secara tentative menghijau. Secara umum, sentiment bursa global digerakkan oleh rencana Partai Demokrat yang akan menaikkan pajak korporasi. Kendati tidak menjadi isu baru dan telah dikemukakan dalam pemilihan presiden lalu, namun mengganggu pasar saham global. Di sisi lain, investor juga ragu apakah pertumbuhan ekonomi global saat ini cukup kuat ataukah rentan. Cina akan merilis data ekonomi seperti penjualan ritel, produksi undistri dan investasi urban. Namun, analis memperkirakan rilis-rilis data Cina tidak akan terlalu menggembirakan karena masih terpengaruh penyebaran varian Delta. Sementara itu, AS juga akan merilis data inflasi konsumen pada Kamis yang diprediksi mencapai 4% namun tapering diprediksi baru akan diumumkan pada November mendatang.
 
Asia - Zona Asia bergerak cenderung mixed pada perdagangan awal pekan (13/09). Nikkei 225 berhasil rebound 0,22% setelah dibuka turun. Pergerakkan Nikkei lebih banyak dipengaruhi oleh sentiment domestic Jepang yakni dari stimulus yang diusulkan kembali digulirkan oleh calon PM Jepang. Sebelumnya, pergerakkan Nikkei 225 yang bullish sepanjang seminggu terakhir karena PM Yoshihide Suga yang kurang popular di Jepang memutuskan tidak akan maju kembali dalam pemilihan ketua partai LDP. Sehingga dapat memperpanjang status quo partai tersebut. Kemudian, Kospi sideways, hanya naik 0,07%. Adapun, Shanghai menguat 0,33% namun Hangseng turun 1,50% dipengaruhi oleh kabar pemerintah Cina yang akan memaksa Alibaba untuk memecah Alipay yang sudah sangat mendominasi pasar. Hal ini mendorong saham Alibaba yang menjadi overweight bursa Hangseng jatuh dalam.
 
Indonesia - IHSG melemah 0,11% kendati Rupiah cenderung kokoh pada Rp14,211 per dolar AS. Kemudian, asing bertahan pada NET BUY senilai Rp37,73miliar dengan saham-saham yang menjadi sasaran net BUY antara lain ASII, BUKA, ANTM, dan BBCA. Kami menilai indeks masih terpengaruh dari sentiment luar negeri terutama dari AS. Investor cenderung wait-and-see sebelum adanya rilis dari data inflasi AS pada Kamis (16/09) yang diperkirakan masih tinggi. Hal ini juga diperkuat oleh wawancara The Fed Philadelphia yang mengusulkan untuk tetap melakukan tapering tahun ini, karena ada kemungkinan inflasi tinggi bukan transitory seperti yang telah diprediksi The Fed sebelumnya.
 





Source: berbagai sumber diolah kembali

Download: PDF