< Kembali

Daily Investment Summary 16 September 2021

16 September 2021



Global - Bursa global rata-rata berada di zona merah pada perdagangan Rabu (15/09) setelah DJIA dan Nasdaq ditutup turun., sehingga membawa sentiment negative ke bursa Asia dan juga Eropa. Sentimen dari AS yang mempengaruhi pergerakkan global antara lain rencana kenaikan pajak di AS untuk mendanai stimulus senilai USD3,5 triliun dan untuk mengkompensasi pemotongan pajak yang ditujukan untuk warga dengan pendapatan dibawah USD200.000 per tahun. Dalam design pajak tersebut, pendapatan pajak dari individu berpendapatan diatas USD200.000 akan naik pada 2023 dan diatas USD1 juta akan naik 10,6%. Kedepannya, pajak perorangan untuk mereka yang berpendapatan diatas USD400.000 per tahun akan naik menjadi 39,6% dari saat ini 37% dengan surcharge tambahan 3% untuk individu dengan pendapatan diatas USD5 juta per tahun. Walaupun isu kenaikan pajak menjadi issue lama, namun kali ini pertentangan secara solid diperlihatkan oleh Republik sehingga ketidakpastian cukup besar karena porsi Republik-Demokrat yang seimbang di parlemen. Selain dari ketidakpastian mengenai pajak, investor juga kecewa terhadap inflasi AS yang naik 5,3% YoY pada Agustus, atau 0,3% MoM, dibandingkan 0,5% MoM. Angka ini dibawah ekspektasi 5,4% YoY pada Agustus 2021. Inflasi yang lebih rendah ini membawa ketidakpastian baru, karena jika lebih tinggi justru kepastian The Fed melakukan tapering semakin tinggi. Sementara itu, bursa Eropa secara tentative bervariasi.
 
Asia - Nikkei 225 koreksi 0,52%. Sedangkan, Shanghai dan Hangseng juga menurun masing-masing 0,17% dan 1,84% ditengah rilis data penjualan ritel di Cina yang jauh lebih lemah hanya naik 2,5% YoY pada Agustus dibandingkan ekspektasi 7% YoY, yang menandai pelambatan recovery karena adanya Delta.
 
Indonesia - IHSG koreksi 0,31% dengan Rupiah cenderung stabil menjadi Rp14.211 per dolar AS. Kemudian, asing bertahan pada NET BUY senilai Rp94,86 miliar dengan saham-saham yang menjadi sasaran net BUY antara lain BUKA, BMRI, TLKM, dan ASII. Koreksi IHSG pada hari ini lebih banyak disebabkan oleh sentimen global, yang meredam sentiment positif domestik dari catatan surplus neraca dagang pada Agustus 2021 mencapai USD4,74 miliar, atau tertinggu sepanjang sejarah, kendati impor naik lebih dari 55% YoY atau 10,4% MoM menunjukkan kegiatan ekonomi yang membaik.
 





Source: berbagai sumber diolah kembali

Download: PDF