< Kembali

Daily Investment Summary 17 Februari 2020

17 February 2020



Global - Optimisme investor global terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang tinggi didukung oleh kebijakan Bank Sentral AS, The Fed yang ekspansif melalui insentif penambahan likuiditas pasar obligasi yang disertai oleh keyakinan Jerome Powell pada kesepakatan dagang AS dengan China, Kanada dan Meksiko. Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) mengirim permintaan ke Kongres untuk memindahkan anggaran militer senilai hampir empat miliar dolar AS ke anggaran tembok perbatasan dengan Meksiko. Sebagai janji Presiden Donald Trump dalam kampanyenya empat tahun yang lalu dan dilanjutkan dalam kampanye periode kedua. Sementara itu, parlemen AS menerima permintaan untuk memindahkan anggaran untuk Garda Nasional dan senjata senilai US$ 3,8 miliar. Diperkirakan langkah ini akan mendapat perlawanan keras dari Partai Demokrat. Karena pengalihan anggaran untuk pembangunan tembok perbatasan. Yang keputusan ini berbahaya dan salah arah.
 
Asia - Perhatian pelaku pasar salah satu tetap pada perkembangan penanganan virus corona pemerintah Cina, karena jika tidak membuahkan hasil signifikan atas penangani ini kembali menjadi kecemasan pelaku pasar global. 
 
Indonesia - IHSG masih terus tertekan sepanjang pekan dengan year-to-date return negatif 6.84% yang juga disertai dengan jumlah jual bersih investor asing Rp1.43 triliun. Net sell investor asing yang terus meningkat bertolak belakang dengan neraca finansial dan investasi Indonesia yang telah mencatatkan surplus lebar. Hal tersebut menunjukan minat investor asing untuk berinvestasi di Indonesia, namun alokasi investasi masih ditempatkan pada pasar obligasi dikarenakan unsur ketidakpastian yang tinggi pada kinerja emiten. Kabar lainnya, Kementerian Keuangan menyatakan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 sementara tembus Rp353 triliun sepanjang 2019. Defisit tersebut mencapai 2,2% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Realisasi defisit meningkat dari posisi 2018 yang sebesar Rp269,4 triliun atau 1,82% dari PDB. Sementara, secara persentase terhadap PDB, defisit Desember dibilang tidak jauh berbeda jika dibandingkan November 2019 sebesar 2,29%. Peningkatan defisit terjadi karena realisasi penerimaan negara jauh di bawah belanja negara. Sisi lain, pertumbuhan ekonomi selama 5 tahun terakhir stabil di 5%. Pertumbuhan ekonomi yang stabil ini bisa mengundang pertanyaan termasuk dari investor.
 





Source: berbagai sumber diolah kembali

Download: PDF