< Kembali

Daily Investment Summary 18 Februari 2020

18 February 2020



Global -
Setelah perang dagang AS dengan Cina yang berlangsung hingga dua tahun Trump pun mengalihkan pandangannya ke Uni Eropa. AS memutuskan untuk menaikkan tarif impor armada pesawat produksi Airbus dari Eropa sebesar 15% pada 18 Maret mendatang. Pengumuman dari kantor Perwakilan Perdagangan AS tersebut dilakukan usai Presiden Donald Trump mengatakan soal melakukan pembicaraan perdagangan yang sangat serius dengan Uni Eropa. Pelaku industi baik di Eropa maupun AS gelisah menunggu setiap pengumuman baru dari otoritas perdagangan. Trump menginginkan agar Uni Eropa membuka pasar untuk produk pertanian AS.

 
Asia - Kebijakan fiskal yang diambil sejalan dengan kebijakan moneter ekspansif yang juga diambil oleh Bank Sentral China (PBoC) dengan pemotongan tingkat suku bunga lanjutan sebesar 10 basis poin (bps) menjadi 3.15% dibandingkan 3.25% pada operasi pasar terakhir. Pemotongan suku bunga sejalan dengan konsensus para analis. Sementara itu, PBoC juga menambahkan pendanaan sebesar US$29miliar, namun hal tersebut tergolong minim bila digabungkan dengan jatuh tempo pendanaan sebelumnya hingga terjadi net off sebesar US$ 100miliar. Sentimen negatif pada bursa regional di Asia berasal dari Jepang yang baru saja merilis data pertumbuhan PDB per kuartal IV 2019 yang jauh lebih buruk dibandingkan proyeksi konsensus. PDB Jepang mengalami kontraksi sebesar 6.3% YoY dan 1.6% QoQ. Perlambatan juga terjadi pada aktifitas belanja modal yang susut 3.7% QoQ, lebih rendah dibandingkan perkiraan di 1.6% QoQ. Sama halnya dengan aktifitas konsumsi swasta yang terkontraksi 2.9% QoQ. 
 
Indonesia - Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia kuartal IV 2019 tumbuh melambat ke USD404,3 miliar. Posisi ULN pemerintah pada akhir kuartal IV 2019 tercatat sebesar USD199,9 miliar atau tumbuh 9,1% (yoy), lebih rendah dari pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 10,3% (yoy). Neraca perdagangan Indonesia Januari 2020 mencatat defisit US$0,86 miliar atau setara Rp 1.178 triliun. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan defisit pada bulan sebelumnya sebesar US$0,06 miliar. Neraca perdagangan Januari lalu mengindikasikan permintaan domestik yang tetap baik. Pelaku pasar menanti arah suku bunga acuan BI atau BI 7-day reverse repo rate (7-day-RR) pada rapat dewan gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 19-20 Februari 2020. Ekspektasi pasar mayoritas menanti pemotongan 7-day-RR. Keputusan RDG BI tidak akan berdampak signifikan terhadap IHSG dalam jangka pendek. Sebab, saat ini IHSG sedang mengalami tekanan dari eksternal, di antaranya soal penyebaran virus Corona.
 






Source: berbagai sumber diolah kembali

Download: PDF