< Kembali

Daily Investment Summary 20 Februari 2020

20 February 2020



Global -
Bursa Wall Street sempat terkoreksi ditengah pernyataan pesimis oleh Apple yang memprediksikan pencapaian penjualan yang meleset dari target untuk kuartal berjalan. Hal tersebut disampaikan mengingat komposisi pendapatan Apple sebesar 20% berada di China yang sedang mengalami epidemik virus COVID-19. Selain daripada itu juga, Apple memiliki gangguan rantai pasokan atas aktifitas produksinya di China. Namun sebaliknya, bursa saham global dengan cepat membalikan sentimen positif ditengah kebijakan pemerintah China untuk mengijinkan sejumlah korporasi untuk mengajukan waiver bea cukai terhadap produk impor dari Amerika Serikat (AS) diantaranya produk ternak dan agrikultur, serta komoditas energi. Kebijakan yang diambil pemerintah China telah melebihi kesepakatan parsial tahap I dengan AS guna membatasi adanya kenaikan harga yang dikarenakan kekurangan pasokan.

 
Asia - Industri penerbangan di China yang menyatakan ketidakmampuannya untuk membayar biaya overhead karyawan akibat penurunan jumlah penumpang. Demi mencegah perluasan dampak sistematis lebih lanjut, pemerintah mempertimbangkan sejumlah kebijakan dalam bentuk penyertaan modal secara langsung serta memperbolehkan maskapai penerbangan besar untuk melakukan merger atau penggabungan dengan maskapai kecil lainnya. Indeks Hang Seng menguat disekitar 0.4% sementar aIndeks China A50 menguat 0.2% seakan berharap pemerintah untuk kembali melanjutkan dengan inisiatif lainnya.
 
Indonesia - IHSG berhasil menguat lebih dari 0.5%, melanjutkan penguatan sejak awal pekan atas optimisme diselesaikannya dampak sistemik dari penegakan regulasi bursa. Sementara itu,emiten sektor properti mendapatkan penguatan yang signifikan selama 3 hari berturut-turut ditengah harapan bahwa BI akan menurunkan tingkat suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate yang saat ini berada di level 5.0%.
 






Source: berbagai sumber diolah kembali

Download: PDF