< Kembali

Daily Investment Summary 21 Februari 2020

21 February 2020



Global - Gedung Putih mengakui bahwa langkah agresif Presiden Amerika Serikat Donald Trump tahun lalu memicu perlambatan ekonomi dan investasi. Ketidakpastian ini utamanya disebabkan oleh negosiasi dagang yang telah menekan investasi.
 
Asia - Indeks saham Asia Timur cenderung bergerak mixed pada perdagangan Kamis (20/02), menyusul perkembangan penyebaran virus Corona di Jepang dan Korea Selatan. Jepang mengumumkan kedua pasien yang ditemukan covid-19 di kapal Diamond Princess meninggal. Demikian juga Korea Selatan yang mengumumkan penambahan kasus Corona. Dengan semakin banyaknya kasus covid- 19, memaksa BoJ untuk focus pada pencegahan resesi daripada mengejar inflasi 2%. Hal ini menjadi insentif bagi Nikkei untuk ditutup apresiasi 0.34%. Sejumlah negara Asia lainnya seperti Singapura bahkan telah menurunkan ekspektasi pertumbuhan ekonomi dari -0,5- 1,5% dari sebelumnya 0,5-2,5% tahun ini. Sementara itu BoK (Bank of Korea) juga memberi sinyal untuk memotong suku bunga dalam RDG bulan ini. Sebelumnya, suku bunga BoK berada pada 1,25%. Namun, indeks kospi turun 0,67% setelah pemerintah Korea Selatan mengumumkan penambahan 31 kasus covid-19 baru. Di lain pihak, indeks Shanghai justru apreiasi 1,8% setelah pemerintah mengumumkan berbagai macam stimulus untuk mengangkat perekonomian Cina, salah satunya adalah potongan sewa dan pemotongan pajak UMKM bagi pelaku usaha di Provinsi Hubei yang menjadi sentral penyebaran Corona. Sementara itu, PBoC juga diperkirakan akan kembali memotong suku bunga acuan. Namun, indeks Hangseng ditutup turun 0,25%.
 
Indonesia - Bank Indonesia juga telah mengumumkan untuk memotong suku bunga 7DRRR sebanyak 25 bps, untuk membantu pertumbuhan ekonomi. Namun, sepertinya keputusan BI ini telah price-in, atau sudah diantsipasi oleh pasar. Meskipun demikian, penurunan suku bunga akan tetap direspon positif terutama dapat mendorong pertumbuhan kredit oleh perbankan, saham-saham property, dan automotif yang cenderung sensitive terhadap suku bunga.
 






Source: berbagai sumber diolah kembali

Download: PDF