< Kembali

Daily Investment Summary 25 September 2020

25 September 2020



Global - Saham-saham di bursa utama global bergerak cenderung melemah pada perdagangan Kamis (24/09) yang diawali oleh indeks Wall Street yang jatuh pada malam sebelumnya, sehingga mendorong indeks Asia Timur berada di zona merah. Adapun, jumlah kasus covid-1 berada dalam tren meningkat di Inggris, Belanda, Denmark, Spanyol dan Prancis. Demikian juga kasus kematian di AS yang telah berada di atas 200 ribu jiwa. Sementara itu, aktivitas bisnis di AS yang melambat pada September 2020 menjadi 54.4 dari Agustus 2020 yakni 54.6, menunjukkan momentum recovery telah menghilang. The Fed mengatakan bahwa menjaga momentum recovery ekonomi tidak mungkin dilakukan tanpa adanya stimulus fiskal tambahan. Saat ini Demokrat- Republik masih berseteru dengan anggaran fiskal untuk stimulus. Dengan adanya kontestasi politik dan perseteruan mengenai pengangkatan Hakim Baru AS yang meninggal Ruth Ginsburg, rasanya kesepakatan stimulus tidak akan tercapai dalam waktu dekat. Kemudian, Trump juga menuduh Cina bertanggung jawab terhadap penyebaran covid-19 dan kesepakatan dagang AS-Cina yang jalan ditempat, menjadikan pasar ekuitas global tidak kondusif.
 
Asia - Nikkei 225 turun 1,11% demikian juga dengan Shanghai dan Hangseng yang masing-masing melemah 1,72% dan 1,60%. Kemudian Kospi juga jatuh 2,59%. Pergerakkan indeks global hari ini masih cukup volatile melihat tingginya ketidakpastian, setelah pandemic yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, dunia juga dihadapi oleh ketegangan di semenanjung Korea setelah pihak Pyongyang disebutkan telah menculik dan membunuh pejabat Seoul, dapat mendorong krisis di semenanjung.
 
Indonesia - IHSG jatuh 1,5% dengan Rupiah kembali bergerak melemah kembali ke Rp14,874 per dolar AS. Adapun, net sell mencapai Rp498 miliar di seluruh pasar. Pergerakkan pasar dipengaruhi oleh sentimen negative dari dalam dan luar negeri. Dari dalam negeri, pemerintah telah memastikan bahwa Indonesia akan berada dalam resesi pada 3Q20 namun dengan kontraksi yang lebih tipis. Secara keseluruhan proyeksi 2020, PDB Indonesia -1,17% hingga -0,6% YoY. Pemerintah berupaya untuk membalikkan ke fase pertumbuhan pada 4Q20 dengan berbagai stimulus bantuan tunai. Melihat dari beberapa indicator seperti iPR yang membaik dan juga PMI yang telah berada dalam fase kontraksi pada Agustus 2020.
 




Source: berbagai sumber diolah kembali

Download: PDF