< Kembali

Daily Investment Summary 26 Maret 2020

26 March 2020



Global -
Apresiasi bursa Asia ini mengikuti kenaikan indeks AS yang juga ditutup menguat pada malam sebelumnya setelah The Fed mengumumkan pembelian obligasi tanpa batas dikombinasi suku bunga yang telah turun menjadi 0-0,25% sehingga menurunkan borrowing cost dan tambahan likuiditas pasar. Dengan demikian, The Fed mengestimasikan dana yang tersedia untuk penyediaan pinjaman pada sector rill dapat mencapai USD4 triliun.Support The Fed saat ini disebut sebagai yang terbesar bahkan jika dibandingkan dengan krisis 2008 yang masih diluncurkan dengan Batasan. Di sisi lain, proposal Gedung putih untuk menyediakan stimulus senilai USD2 triliun masih terganjal di tingkat senat dengan argumentasi bahwa focus stimulus tersebut tidak akan berdampak pada sector kesehatan, namun hanya menguntungkan bisnis besar. Di sisi lain, kami melihat bahwa apresiasi saham di secara global hari ini tidak akan berlangsung sustainable, mengingat outlook ekonomi global yang negative. IMF telah memperkirakan adanya resesi ekonomi dimana skalanya akan relative sama seperti yangterjadi pada 2008 lalu. Adapun, terdapat 80 negara telah meminta bantuan dana darurat pada IMF.

 
Asia - Indeks saham di bursa utama Asia ditutup menguat tajam pada perdagangan Selasa (24/03) dengan MSCI ex Japan naik nyaris 5% setelah berhari-hari ditutup koreksi tajam, menandakan tingkat volatilitas pasar saham yang sangat tinggi. Indeks Kospi memimpin kenaikan pasar Asia dengan apresiasi 8,15% setelah Seoul memutuskan untuk meningkatkan stimulus dua kali lipat menjadi USD80 miliar, disusul oleh Nikkei 225 dengan +7,13%, juga Hangseng dengan +4,4% dan Shanghai dengan +2,37%.
 
Indonesia - Penyebaran virus Corona di Indonesia terus menunjukan peningkatan. Pemerintah mencatat 579 orang pasien positif tertular Covid-19 dan 49 pasien di antaranya meninggal dunia serta 30 orang sembuh. Situasi ini membuat pemerintah pusat dan pemerintah daerah meminta warga untuk beraktivitas di rumah serta menerapkan social distancing. Dampak dari virus Corona telah membuat pasar keuangan dalam negeri terpuruk, IHSG dalam hanya kurang dari tiga bulan telah terkoreksi lebih dari 35%. Kepanikan di pasar ekuitas menyusul terjadi pelemahan terhadap nilai tukar rupiah, setelah sebelumnya dicemaskan penurunan tajam harga minyak. Kepanikan investor bukan hanya terjadi di Indonesia semua negara menghadapi dampak Covid- 19 sehingga investor global melepas asetnya, di saham dan surat berharga negara (SBN).






Source: berbagai sumber diolah kembali

Download: PDF