< Kembali

Daily Investment Summary 27 Maret 2020

27 March 2020



Global -
WHO sebelumnya memberikan arahan yang lebih agresif untuk mendorong negara-negara untuk mengambil langkah berani melawan covid-19, memberikan persepsi bahwa penyebaran covid-19 jauh lebih serius daripada yang diekspektasikan sebelumnya. Sementara itu, investor tampaknya wait-and-see menantikan data jobless claim AS. Hal ini terlihat dari adanya yield obligasi AS 10 tahun yang turun. Pasar memperkirakan angka jobless claim yang menjadi patokan dari pasar tenaga kerja AS akan meningkat cukup drastic mengingat kasus covid 19 di AS yang cukup tinggi. Hingga saat ini, terdapat sekitar 69,000 kasus corona posiitf di AS dimana lebih dari 1,000 orang diantaranya tewas. Selain angka jobless claim yang akan diumumkan malam ini, juga bersamaan dengan pengumuman pertumbuhan GDP AS pada kuartal terakhir 2019, dan angka trade balance per Februari 2020. Setelah Senat AS mengesahkan RUU paket stimulus ekonomi dan kesehatan ini untuk menghadapi efek negatif dari penyebaran virus corona. DPR AS dijadwalkan akan mengambil suara untuk mengesahkan RUU ini pada Jumat mendatang.

 
Asia - Saham-saham yang diperdagangkan di bursa utama Asia bergerak melemah pada Kamis (26/03) dimana Indeks Nikkei 225 jatuh 4,5% disusul oleh indeks Kospi terkoreksi 1,05%, Hang seng melemah 1,16% juga Shanghai yang turun 0,6%. Memerahnya jajaran indeks Asia Timur akibat dampak corona yang diprediksi meluas di negara- negara lain terutama setelah Spanyol melaporkan angka kematian tertinggi dalam sehari dan melebihi angka dari kematian China. Adapun, Singapore memperkirakan perekonomiannya akan terkontraksi antara 1.0%-4,0%hal ini menjadi outlook buruk bagi global, mengingat perekonomian Singapore biasanya menjadi proxy global. 
 
Indonesia - Seletah mengalami pelemahan yang cukup tajam dalam sebulan terakhir dan bahkan sempat menyentuh di titik 3,000 poin, IHSG berhasil rebound sangat tajam melebihi 10%. Penguatan IHSG ini terutama didorong oleh saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi favorit investor asing seperti BBRI, BBCA, TLKM dan BBNI yang naik lebih dari 10-15% dalam sehari. Rupiah yang diperdagangkan pada Kamis menjadi salah satu sentimen positif bagi IHSG yang mencatatkan kenaikan signifikan. Penguatan IHSG tersebut juga karena respon pelaku pasar yang terbawa sentimen positif eksternal terutama keputusan pemerintah AS untuk memberikan stimulus jumbo senilai US$2 triliun. Sedangkan sentiment dari dalam negeri pemerintah Indonesia juga telah menggelontorkan beberapa stimulus seperti bantuan langsung tunai dan insentif jeda satu tahun untuk cicilan. Pemerintah Indonesia telah kucurkan dana Rp158,2 triliun untuk stimulus I dan II. Stimulus yang dikeluarkan baik pemerintah Indonesia, pemerintah AS dan juga negara-negara besar lainnya menjadi sentimen pasar yang dapat mengangkat kepercayaan bagi pemodal.
 





Source: berbagai sumber diolah kembali

Download: PDF