< Kembali

Daily Investment Summary 29 May 2020

29 May 2020



Global - Saham-saham di bursa global cenderung bergerak mixed pada perdagangan Kamis (28/05), yang dihinggapi oleh beberapa sentimen negative tertutama terkait dengan perang dingin antara Washington- Beijing, sehingga dianggap menimbulkan resiko baru bagi ekonomi global yang belum recovered ditengah pandemic dan kekhawatiran akan adanya gelombang kedua.
 
Asia - Washington kembali menekan China dengan menyatakan bahwa Hong Kong tidak lagi menjadi wilayah otonomi khusus, menyiaratkan ancaman terhadap berbagai fasilitas perdagangan yang diperoleh dengan AS. Selain itu Washington tengah mereview RUU penyiksaan Uighur yang dapat memberikan sanksi terhadap pejabat-pejabat China. Tahun lalu, Washington telah meloloskan UU Hong Kong yang mendukung status otonomi khusus Hong Kong dan mewajibkan Kementerian Luar Negeri AS untuk mengeluarkan efforts khusus bagi siapapun yang mengancam status istimewa Hong Kong. Termasuk dalam UU tersebut, presiden AS juga dapat mengeluarkan sanksi yang mengancam kebebasan fundamental yang dianut Hong Kong saat ini. Sebelumya, Beijing tengah mengajukan UU keamanan nasional yang memungkinkan otoritas Beijing untuk dapat mem-by pass legislasi Hong Kong dan dikhawatirkan menjadi jalan masuk Beijing terhadap segala peradilan Hong Kong. Adapun, saat ini Hong Kong berdiri dengan system peradilan sendiri dan terpisah dari Beijing. Sebelum terjadi pandemic, Hong Kong telah diguncang oleh berbagai macam aksi unjuk rasa, sehingga mengalami kontraksi ekonomi yang cukup parah. Meski akan mengencangkan kendali China atas Hong Kong, UU tersebut justru juga dapat merugikan China secara ekonomi, mengingat Hong Kong adalah pintu gerbang China untuk mendapatkan akses pendanaan luar negeri. Dengan adanya UU tersebut, justru akan mendorong pelarian modal keluar.
 
Indonesia - IHSG melanjutkan rebound cukup 1,6% yang terutama akibat factor teknikal dan valuasi yang sudah cukup murah. Apresiasi juga diikuti oleh Rupiah yang menguat Rp14,694 per dolar AS. Sentimen dalam negeri masih diwarnai oleh optimism terhadap wacana New Normal yang dianggap dapat menghindarkan ekonomi Indonesia pada jurang resesi lebih dalam. Kendati demikian, pemerintah masih belum terlalu definitive tentang rencana tersebut. Asing juga telah mulai mencatatkan net buy yang cukup tinggi Rp430 miliar di seluruh pasar, namun secara year-to-date masih net sell Rp11.22 triliun.
 








Source: berbagai sumber diolah kembali

Download: PDF