< Kembali

Daily News 02 December 2019

02 December 2019

VIEW MARKET  

Sentimen pasar dari dalam negeri:
Data yang rilis dalam pekan ini dan menjadi salah satu perhatian pelaku pasar mengenai data inflasi. Bank Indonesia (BI) memprakirakan inflasi November rendah dan terkendali meski ada peluang naik tipis jelang liburan akhir tahun. Peluang yang menyumbang kenaikan inflasi November 2019, salah satunya kenaikan harga tiket angkutan udara, seiring jelang libur akhir tahun.

Hingga Oktober 2019 penyaluran kredit perbankan mengalami peningkatan 6,53% YoY, atau tumbuh dibawah dari target yang dipatok OJK sebelumnya di kisaran 9%-11% YoY. Data tersebut mencerminkan bahwa pertumbuhan kredit semakin melambat dibandingkan September 2019 di level 8% dan Agustus 2019 di level 8,7%. Lambatnya pertumbuhan kredit ini disebabkan oleh turunnya penyaluran kredit di sektor pertambangan dan konstruksi yang nilainya mencapai Rp 5 triliun. Sektor yang turun dalam penyaluran kredit tambang dan konstruksi.

BI memberi sinyal akan mempertahankan kebijakan moneternya yang akomodatif untuk menopang ekonomi menghadapi perlambatan global BI tetap melancarkan bauran kebijakannya pada 2020, yang telah membantu mendukung perekonomian tahun ini. BI akan berkerjasama dengan pemerintah dan lembaga-lembaga lain agar efektif kebijakan yang dilakukan dalam merangsang pertumbuhan ekonomi. Berkenaan dengan pertumbuhan ekonomi. BI perkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia naik dikisaran 5,1%-5,5% pada 2020. Sementara itu, defisit transaksi berjalan pada 2020 diproyeksikan akan berada dalam kisaran 2,5%-3% dari PDB dimana surplus transaksi modal dan finansial tetap besar untuk mendukung stabilitas eksternal. Adapun nilai tukar rupiah pada 2020 diperkirakan bergerak stabil

Sentimen pasar dari luar negeri :
Keputusan Presiden AS, Donald Trump, meresmikan undang-undang pro-demokrasi untuk Hong Kong. membuat investor khawatir bahwa hal ini akan menghambat penyelesaian kesepakatan perdagangan AS-Cina pada akhir tahun. Sebagai tanggapan keputusan Trump, Kementerian Luar Negeri Cina mengeluarkan pernyataan yang menegaskan bahwa negara itu tidak akan tinggal diam begitu saja melihat tindakan AS. Pemerintah AS  sudah campur tangan murni dalam urusan dalam negeri Cina.

Prediksi IHSG :
Ketidakpastian perang dagang AS dengan Cina, kian suram menyusul keputusan AS meresmikian UU pro-demokrasi Hong Kong yang ditentang Cina. Sedangkan dari dalam negeri yang menjadi katalis bagi pasar data inflasi November yang diperkirakn masih terkendali. Bauran sentimen ini membuat IHSG bergerak mixed, namun cenderung melemah pada perdagangan saham pekan ini.

Perspektif tenikal
Support Level :    5962/5913/5886
Resistance Level :   6039/6065/6115
Major Trend : Up
Minor Trend : Down
Pattern : Up to down

TRADING IDEAS :
These recommendations based on technical and only intended for one day trading

TLKM: Trading Buy
• Close 3930, TP 3970
• Boleh buy di level 3860-3930
• Resistance di 3970 & support di 3860
• Waspadai jika tembus di 3860
• Batasi resiko di 3530

ASII: Trading Buy
• Close 6500, TP 6600
• Boleh buy di level  6400-6500
• Resistance di 6600 & support di 6400
• Waspadai jika tembus di 6400
• Batasi resiko di 6350

LSIP : Trading Buy
• Close 1370, TP 1400
• Boleh buy di level  1330-1370
• Resistance di 1400 & support di 1330
• Waspadai jika tembus di 1330
• Batasi resiko di 1310

AALI:  Trading Buy
• Close 12600, TP 12975
• Boleh buy di level  12425-12600
• Resistance di 12975 & support di 12425
• Waspadai jika tembus di 12425
• Batasi resiko di 12275

SMRA:  Trading Buy
• Close 1020, TP 1040
• Boleh buy di level  985-1020
• Resistance di 1040 & support di 985
• Waspadai jika tembus di 985
• Batasi resiko di 970

CTRA:  Trading Buy
• Close 1005, TP 1025
• Boleh buy di level  985-1005
• Resistance di 1025 & support di 985
• Waspadai jika tembus di 985
• Batasi resiko di 970

Ket.  TP : Target Price

WATCHING ON SCREEN;
RALS, BMRI, MEDC, HMSP, JPFA, GGRM,  

(Disclaimer ON)

Baca laporan selengkapnya..