< Kembali

Daily News 11 August 2020

11 August 2020

VIEW MARKET  

Sentimen pasar dari dalam negeri:
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan, secara teknikal, Indonesia belum masuk zona resesi, karena baru sekali mengalami kontraks. Pertumbuhan ekonomi negatif ini memang telah diprediksi oleh pemerintah, Bank Indonesia (BI) bahkan lembaga moneter dan keuangan luar negeri. Namun, kontraksi ekonomi -5,32% yang diumumkan BPS jauh lebih tinggi dari ekspektasi banyak pihak. Namun ada pertaruhan di kuartal III 2020 agar Indonesia tidak masuk jurang resesi. pemerintah berupaya keras membawa Indonesia terbebas dari pertumbuhan ekonomi negatif di kuartal III 2020 untuk mencegah resesi. Optimalisasi belanja pemerintah melalui implementasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang sedang digenjot pemerintah. Peningkatan daya beli masyarakat dan dukungan di berbagai sektor diharapkan dapat mendorong pemulihan ekonomi di triwulan III dan IV. Kendati, proyeksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal III dan IV hingga tahun 2021 akan lebih sulit dilakukan, mengingat ketidakpastian yang masih tinggi di dunia..

Berbagai kebijakan terkait stimulus fiskal, saat ini tengah digenjot oleh pemerintah. Terutama untuk memicu pergerakan ekonomi. dampak dari penggenjotan stimulus fiskal semacam itu, maka defisit APBN dipastikan memang akan membengkak di atas 5%. Karena terdapat sejumlah penganggaran yang akan digunakan sebagai anggaran belanja, guna memberikan stimulus kepada para pelaku UMKM dan masyarakat seperti misalnya melalui bantuan tunai.

Sentimen pasar dari luar negeri :
Trump tangguhkan pajak gaji untuk pekerja yang berpenghasilan kurang dari 100.000 hingga 31 Desember, memperpanjang tunjangan pengangguran meskipun, dengan potongan harga, moratorium untuk menghentikan penggusuran bagi mereka yang berjuang untuk membayar sewa bulanan mereka, dan menunda pembayaran pinjaman siswa dan bunga sampai akhir tahun pemotongan pajak gaji telah menimbulkan badai politik.

Prediksi IHSG :
IHSG diperkirakan menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (11/08), yang didukung oleh faktor-faktor berikut: 1) bursa Wall Street khususnya indeks Dow Jones pada perdagangan Senin (10/08) menguat, diperkirakan dapat menjadi katalis positif bagi indeks regional Asia, 2) indeks berjangka Wall Street berada pada posisi melemah terbatas, 3) Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang bertujuan untuk memberikan bantuan stimulus kepada orang Amerika, 4) pabrik-pabrik Cina kembali ke level sebelum pandem sebagai tanda meningkatnya permintaan energi. Namun, rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS.

Perspektif tenikal
Support Level :    5142/5127/5118
Resistance Level :   5166/5174/5190
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Up

TRADING IDEAS :
These recommendations based on technical and only intended for one day trading

GGRM: Trading Buy
• Close 51300, TP 51775
• Boleh buy di level 50525-51300
• Resistance di 51775 & support di 50525
• Waspadai jika tembus di 50525
• Batasi resiko di 50375

PTBA: Trading Buy
• Close 2120, TP 2200
• Boleh buy di level  2050-2120
• Resistance di 2200 & support di 2050
• Waspadai jika tembus di 2050
• Batasi resiko di 2010

ADRO : Trading Buy
• Close 1140, TP 1180
• Boleh buy di level  1120-1140
• Resistance di 1180 & support di 1120
• Waspadai jika tembus di 1120
• Batasi resiko di 1090

ITMG:  Trading Buy
• Close 8575, TP 8825
• Boleh buy di level  8100-8575
• Resistance di 8825 & support di 8100
• Waspadai jika tembus di 8100
• Batasi resiko di 8000

AALI:  Trading Buy
• Close 10125, TP 10250
• Boleh buy di level  9875-10125
• Resistance di 10250 & support di 9875
• Waspadai jika tembus di 9875
• Batasi resiko di 9800

LSIP:  Trading Buy
• Close 1005, TP 1035
• Boleh buy di level  985-1005
• Resistance di 1035 & support di 985
• Waspadai jika tembus di 985
• Batasi resiko di 965

Ket.  TP : Target Price

WATCHING ON SCREEN;
JPFA, BBRI, BBTN, TLKM, TBIG, UNTR, KLBF, KAEF,  

(Disclaimer ON)

Baca laporan selengkapnya