< Kembali

Daily News 14 January 2020

14 January 2020

VIEW MARKET  

Sentimen pasar dari dalam negeri:
Neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar USD 1,33 miliar pada November 2019. Defisit neraca perdagangan tersebut disebabkan oleh menurunnya ekspor menjadi USD14,01 miliar dan impor sebesar USD 15,34 miliar. Nilai neraca perdagangan pada November disumbang oleh defisit sektor migas sebesar USD 1,02 miliar dan non migas sebesar USD 0,3 miliar. Melambatnya ekspor karena perekonomian global yang melambat. Kendati demikian Bank Indonesia (BI) optimistis neraca perdagangan Desember 2019 akan surplus. Karena berdasarkan data perkembangan angka ekspor pada kuartal III 2019 yang cukup positif. Hal itu turut didukung oleh beberapa indikator pada sektor manufaktur yang juga bagus. Beberapa indikator impor juga membaik, khususnya dari sisi migas. Karena dampak dari kebijakan B20 ini tentunya mengurangi negara untuk melakukan impor migas.

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan pertumbuhan kegiatan usaha melambat pada triwulan IV-2019. Hal itu diketahui berdasarkan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU). Perlambatan tersebut sejalan dengan pola historis perkembangan kegiatan usaha yang cenderung melambat pada akhir tahun. Hal ini tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) hasil SKDU pada triwulan IV 2019 sebesar 7,79%, lebih rendah dari 13,39% pada triwulan sebelumnya. Sejalan dengan perkembangan kegiatan usaha tersebut, kapasitas produksi terpakai dan penggunaan tenaga kerja pada triwulan IV 2019 tercatat lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Sementara itu, kondisi keuangan dunia usaha dari aspek likuiditas dan rentabilitas tetap baik, diikuti dengan akses kredit perbankan yang berjalan normal. Responden memprakirakan kegiatan usaha pada kuartal I-2020 akan membaik. Hal ini terindikasi dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) prakiraan kegiatan usaha yang meningkat menjadi 10,70%.

Sentimen pasar dari luar negeri :
Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengatakan bahwa keterangan saksi dalam pemeriksaan terkait pemakzulan Trump telah menghasilkan kesaksian yang cukup untuk melengserkan Trump. Pelosi akan bertemu dengan para petinggi Partai Demokrat pada Selasa (14/1) waktu AS untuk mempersiapkan pemungutan suara formal yang diperlukan untuk dikirim ke Senat. Namun,  Senat yang dikuasai oleh Partai Republik dipandang banyak pihak akan dengan mudah menolak pemakzulan Trump.

Prediksi IHSG :
Namun, optimistis pasar atas kesepakatan perdagangan tahap satu AS dan Cina yang akan diteken pekan ini bisa mengeliminir sentimen diatas. Sinyalemen pasar tersebut terlihat pada saham AS yang mencatat kenaikan pada penutupan Senin. Sentimen pasar global ini diperkirakan kembali menjadi katalis positif bagi IHSG.

Perspektif tenikal
Support Level :    6278/6260/6250
Resistance Level :   6306/6316/6335
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Up

TRADING IDEAS :
These recommendations based on technical and only intended for one day trading

TLKM: Trading Buy
• Close 4030, TP 4100
• Boleh buy di level 4000-4030
• Resistance di 4100 & support di 4000
• Waspadai jika tembus di 4000
• Batasi resiko di 3970

ASII: Trading Buy
• Close 6925, TP 7050
• Boleh buy di level  6850-6925
• Resistance di 7050 & support di 6850
• Waspadai jika tembus di 6850
• Batasi resiko di 6800

UNVR : Trading Buy
• Close 8400, TP 8575
• Boleh buy di level  8325-8400
• Resistance di 8575 & support di 8325
• Waspadai jika tembus di 8325
• Batasi resiko di 8295

HMSP:  Trading Buy
• Close 2320, TP 2350
• Boleh buy di level  2270-2320
• Resistance di 2350 & support di 2270
• Waspadai jika tembus di 2270
• Batasi resiko di 2250

BBRI:  Trading Buy
• Close 4510, TP 4540
• Boleh buy di level  4450-4510
• Resistance di 4540 & support di 4450
• Waspadai jika tembus di 4450
• Batasi resiko di 4430

CTRA:  Trading Buy
• Close 1060, TP 1100
• Boleh buy di level  1040-1060
• Resistance di 1100 & support di 1040
• Waspadai jika tembus di 1040
• Batasi resiko di 1010

Ket.  TP : Target Price

WATCHING ON SCREEN;
BSDE, ERAA, SMRA, KLBF, BMRI, BBNI,  

(Disclaimer ON)

Baca laporan selengkapnya.