< Kembali

Daily News 15 November 2019

15 November 2019

VIEW MARKET  

Sentimen pasar dari dalam negeri:
Pemerintah Indonesia mengkhawatirkan kondisi pelemahan perekonomian global yang akan menjadi ancaman bagi perekonomian nasional. Indikator perdagangan internasional menunjukkan angka terlemahnya sejak 20 tahun. Menurut menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pelemahan perekonomian global akan berimbas masuk ke perekonomian nasional, baik melalui jalur perdagangan, barang dan jasa, melalui jalur arus modal termasuk dana dan dari sisi psikologis dan sentimen. Tahun 2019 ekonomi global diperkirakan tumbuh 3,2% ini jauh lebih rendah dari yang diperkirakan 3,9% pada sebelumnya. Sementara itu, perdagangan internasional hanya tumbuh 1,5%.

Dipihak lain, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar kementerian/lembaga (K/L) segera mempercepat penyerapan belanja modal pada awal tahun. Belanja negara dalam APBN 2020 yang mencapai Rp2.540 triliun harus menjadi stimulus bagi ekonomi. Presiden Jokowi meminta untuk tidak menumpuk penyerapan belanja, terutama belanja modal pada akhir tahun. Menurutnya di tengah perlambatan ekonomi global, APBN atau fiskal harus menjadi instrumen yang efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sedini mungkin. APBN bisa menetralisir laju perlambatan ekonomi global. Pasalnya, APBN bukan hanya instrumen fiskal, melainkan bisa menjadi alat countercyclical pelemahan ekonomi lewat belanja.

Sentimen pasar dari luar negeri :
Data ekonomi Jerman memberikan sinyal positif bagi pasar setelah produk domestik bruto (PBD) tumbuh 0,1% qoq di kuartal III 2019, lebih baik dari perkiraan pasar yang diprediksikan berkontraksi 0,1%. Data PDB Jerman pada kuartal II 2019 sempat mengalami kontraksi 0,1%, namun pertumbuhan pada periode Juli September menghindarkan Jerman dari resesi. Meski demikian, perekonomian Jerman masih lemah dan masih mengancam bagi perekonomiannya. Pasalnya, perang dagang AS-Cina membuat kondisi ekonomi Jerman bahkan zona Eropa kembali harus putar balik, yang memaksa ECB kembali mengaktifkan quantitative easing (QE) serta memangkas suku bunga. QE yang dilakukan ECB kali ini tanpa batas waktu, artinya akan terus dilakukan selama dibutuhkan untuk memberikan stimulus bagi perekonomian zona euro.

Prediksi IHSG :
IHSG bisa tergerus kembali pada perdagangan saham hari ini, karena katalis positif bagi pasar yang diharapkan mampu mendorong bagi pergerakan indeks acuan BEI ini terbilang masih minim. Sementara itu perekonomian nasional terus dibayangi faktor ekonomi global yang penuh dengan ketidakpastian akibat belum adanya tanda-tanda meredanya kembali perang dagang AS dengan Cina.

Perspektif tenikal
Support Level :    6059/6019/5976
Resistance Level :   6143/6186/6226
Major Trend : Up
Minor Trend : Down
Pattern : Down

TRADING IDEAS :
These recommendations based on technical and only intended for one day trading

UNVR: Trading Buy
• Close 42800, TP 43400
• Boleh buy di level 42500-42800
• Resistance di 43400 & support di 42500
• Waspadai jika tembus di 42500
• Batasi resiko di 42225

PTPP: Trading Buy
• Close 1570, TP 1595
• Boleh buy di level  1545-1570
• Resistance di 1595 & support di 1545
• Waspadai jika tembus di 1545
• Batasi resiko di 1530

WIKA : Trading Buy
• Close 1935, TP 1955
• Boleh buy di level  1915-1935
• Resistance di 1955 & support di 1915
• Waspadai jika tembus di 1915
• Batasi resiko di 1905

WSKT:  Trading Buy
• Close 1460, TP 1480
• Boleh buy di level  1445-1460
• Resistance di 1480 & support di 1445
• Waspadai jika tembus di 1445
• Batasi resiko di 1430

CTRA:  Trading Buy
• Close 1025, TP 1055
• Boleh buy di level  1005-1025
• Resistance di 1055 & support di 1005
• Waspadai jika tembus di 1005
• Batasi resiko di 990

ISAT:  Trading Buy
• Close 3310, TP 3380
• Boleh buy di level  3250-3310
• Resistance di 3380 & support di 3250
• Waspadai jika tembus di 3250
• Batasi resiko di 3220

Ket.  TP : Target Price

WATCHING ON SCREEN;
SMGR, WTON, SCMA, BBCA, KLBF, BMRI,  

(Disclaimer ON)

Baca laporan selengkapnya.