< Kembali

Daily News 16 September 2020

16 September 2020

VIEW MARKET  

Sentimen pasar dari dalam negeri:
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan, pengetatan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta bakal kian menekan realisasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal III. Pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III di kisaran 0 persen -2,1%. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi pada kuartal III akan cenderung pada batas bawah proyeksi yang telah disampaikan, yakni minus 2,1%. Bahkan bisa jadi, lebih rendah dari angka batas bawah tersebut. Pada penerapan PSBB kali ini, fokus pengendalian aktivitas difokuskan pada pusat penyebaran Covid-19, yakni perkantoran. Untuk kantor-kantor pemerintahan mempekerjakan ASN di kantor sesuai dengan zonanya, sedangkan untuk swasta ditentukan kapasitas karyawan yang bekerja di kantor sebesar 25%..

Asian Development Bank (ADB) memproyeksi ekonomi Indonesia akan tumbuh pada kisaran 5,3% pada 2021 setelah mengalami pukulan berat akibat pandemi Covid-19 tahun ini. Pada 2020, ekonomi Indonesia diperkirakan akan terkontraksi -1,0 persen. Kontraksi ini merupakan yang pertama kalinya sejak krisis finansial di Asia pada 1997-1998. Pandemi Covid-19 menyebabkan hampir seluruh indikator ekonomi Indonesia menurun, termasuk konsumsi, investasi, dan perdagangan. Pasalnya, pandemi menyebabkan aktivitas domestik dan permintaan eksternal menjadi terhambat.

Sentimen pasar dari luar negeri :
Pemerintahan Donald Trump melarang impor barang dari Xinjiang, Cina, karena diyakini dibuat oleh pekerja paksa yang ditahan di kamp indoktrinasi Xinjiang. Lima perusahaan atau kawasan industri di Xinjiang dan satu perusahaan di provinsi Anhui timur, yang membuat produk pakaian, kapas, komputer, dan produk rambut, telah masuk daftar hitam Perlindungan Bea dan Perbatasan Amerika Serikat (US CBP).  Menanggapi hal ini, Kementerian Luar Negeri Cina mengatakan pada Selasa bahwa larangan impor AS dari wilayah Xinjiang menyabotase rantai pasokan global. Langkah pengawasan perdagangan AS ini adalah yang terbaru dari serangkaian aksi pemerintahan Trump yang menargetkan otoritas dan bisnis Cina

Prediksi IHSG :
IHSG diperkirakan bergerak mixed peluang menguat pada hari ini, Rabu (16/09), yang dipengaruhi oleh sentimen-sentimen berikut ini : 1) Saham AS, terutama Dow Jones menguat terbatas, 2) Indeks berjangka Wall Street melemah, 3) Indeks bursa utama Asia diperkirakan mayoritas melemah, 4) investor global tengah fokus pada pertemuan bank sentral Amerika Serikat (AS), Jepang, dan Inggris, 5) pasar berharap otoritas moneter AS ini tetap dengan sikap kebijakan yang mendukung pasar, dan 6) rupiah diperkirakan menguat.

Perspektif tenikal
Support Level :    5066/5030/4970
Resistance Level :   5162/5222/5258
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Down to up

TRADING IDEAS :
These recommendations based on technical and only intended for one day trading

ASII: Trading Buy
• Close 4820, TP 4900
• Boleh buy di level 4700-4820
• Resistance di 4900 & support di 4700
• Waspadai jika tembus di 4700
• Batasi resiko di 4500

BBTN: Trading Buy
• Close 1380, TP 1450
• Boleh buy di level  1310-1380
• Resistance di 1450 & support di 1310
• Waspadai jika tembus di 1310
• Batasi resiko di 1270

UNTR : Trading Buy
• Close 23875, TP 24225
• Boleh buy di level  23325-23875
• Resistance di 24225 & support di 23325
• Waspadai jika tembus di 23325
• Batasi resiko di 23175

INTP:  Trading Buy
• Close 11400, TP 11600
• Boleh buy di level  11200-11400
• Resistance di 11600 & support di 11200
• Waspadai jika tembus di 11200
• Batasi resiko di 11050

ANTM:  Trading Buy
• Close 805, TP 830
• Boleh buy di level  770-805
• Resistance di 830 & support di 770
• Waspadai jika tembus di 770
• Batasi resiko di 750

ERAA:  Trading Buy
• Close 1645, TP 1690
• Boleh buy di level  1610-1645
• Resistance di 1690 & support di 1610
• Waspadai jika tembus di 1610
• Batasi resiko di 1580

Ket.  TP : Target Price

WATCHING ON SCREEN;
ADRO, TBIG, ICBP, INDF, KLBF,  

(Disclaimer ON)

Baca laporan selengkapnya