< Kembali

Daily News 17 February 2020

17 February 2020

VIEW MARKET  

Sentimen pasar dari dalam negeri:
Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal VI 2019 yang melemah, menjadi tantangan yang relative berat pada tahun 2020 yakni pertumbuhan ekonomi dunia yang melemah sebagai dampak dari perang dagangan AS dan Cina serta pengaruh virus corona yang dapat mengganggu bagi pertumbuhan ekonomim dunia. Ditengah mengahadapi ketidakpastian global, pemerintah Indonesia menyatakan akan terus membuat paket- paket kebijakan yang bisa merespon pelemahan ekonomi salah satunya di sektor pariwisata. Saat ini sedang dirumuskan pemberian insentif pada destinasi yang terdampak langsung isu Corona. Pemerintah juga tengah membahas perumusan penambahan penerimaan kepada masyarakat yang menerima bantuan non-tunai. Hal itu untuk menambah tingkat konsumsi.

Kabar lainnya, Kementerian Keuangan menyatakan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 sementara tembus Rp353 triliun sepanjang 2019. Defisit tersebut mencapai 2,2% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Realisasi defisit meningkat dari posisi 2018 yang sebesar Rp269,4 triliun atau 1,82% dari PDB. Sementara, secara persentase terhadap PDB, defisit Desember dibilang tidak jauh berbeda jika dibandingkan November 2019 sebesar 2,29%. Peningkatan defisit terjadi karena realisasi penerimaan negara jauh di bawah belanja negara. Sisi lain, pertumbuhan ekonomi selama 5 tahun terakhir stabil di 5%. Pertumbuhan ekonomi yang stabil ini bisa mengundang pertanyaan termasuk dari investor.

Sentimen pasar dari luar negeri :
Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) mengirim permintaan ke Kongres untuk memindahkan anggaran militer senilai hampir empat miliar dolar AS ke anggaran tembok perbatasan dengan Meksiko. Sebagai janji Presiden Donald Trump dalam kampanyenya empat tahun yang lalu dan dilanjutkan dalam kampanye periode kedua. Sementara itu, parlemen AS menerima permintaan untuk memindahkan anggaran untuk Garda Nasional dan senjata senilai US$ 3,8 miliar. Diperkirakan langkah ini akan mendapat perlawanan keras dari Partai Demokrat. Karena pengalihan anggaran untuk pembangunan tembok perbatasan. Yang keputusan ini berbahaya dan salah arah.

Prediksi IHSG :
Perhatian pelaku pasar salah satu tetap pada perkembangan penanganan virus corona, karena jika tidak membuahkan hasil signifikan atas penangani ini kembali menjadi kecemasan pelaku pasar global.  Sisi lain, masih terbatas rilis laporan laba perusahaan belum mampu mengangkat senitmen pasar. Namun, jika data neraca perdagangan Indonesia yang rilis dalam pekan ini diatas ekspektasi pasar diperkirakan dapat menjadi penopang bagi IHSG. Kondisi ini dapat mendorong IHSG bergerak mixed dengan peluang menguat pada perdagangan pekan ini.

Perspektif tenikal
Support Level :    5844/5820/5797
Resistance Level :   5890/5913/5937
Major Trend : Down
Minor Trend : Down
Pattern : Down to up

TRADING IDEAS :
These recommendations based on technical and only intended for one day trading

ASII: Trading Buy
• Close 6100, TP 6200
• Boleh buy di level 6000-6100
• Resistance di 6200 & support di 6000
• Waspadai jika tembus di 6000
• Batasi resiko di 5925

UNTR: Trading Buy
• Close 18325, TP 18675
• Boleh buy di level  17675-18325
• Resistance di 18675 & support di 17675
• Waspadai jika tembus di 17675
• Batasi resiko di 17525

INTP : Trading Buy
• Close 16400, TP 16925
• Boleh buy di level  15575-16400
• Resistance di 16925 & support di 15575
• Waspadai jika tembus di 15575
• Batasi resiko di 15450

SMGR:  Trading Buy
• Close 11375, TP 11575
• Boleh buy di level  11125-11375
• Resistance di 11575 & support di 11125
• Waspadai jika tembus di 11125
• Batasi resiko di 11000

UNVR:  Trading Buy
• Close 7475, TP 7625
• Boleh buy di level  7300-7475
• Resistance di 7625 & support di 7300
• Waspadai jika tembus di 7300
• Batasi resiko di 7175

WIKA:  Trading Buy
• Close 1945, TP 1965
• Boleh buy di level  1925-1945
• Resistance di 1965 & support di 1925
• Waspadai jika tembus di 1925
• Batasi resiko di 1910

Ket.  TP : Target Price

WATCHING ON SCREEN;
BBNI, BMRI, TPIA, HMSP, BBCA.  

(Disclaimer ON)


Baca laporan selengkapnya..