< Kembali

Daily News 17 September 2020

17 September 2020

VIEW MARKET  

Sentimen pasar dari dalam negeri:
Usulan relaksasi pajak pembelian mobil baru sebesar nol persen sudah disampaikan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Namun rencana ini masih dikaji. Usulan Menperin secara garis besar adalah pembebasan pajak-pajak terkait sementara pada saat pandemi untuk melindungi industri kendaraan bermotor dari potensi kerugian yang dalam. Usulan untuk pembebasan pajak ini karena pertumbuhan sektor otomotif di tengah masa pandemi covid-19 diharapkan bisa tumbuh dengan stimulus. Oleh karena itu, ia meminta relaksasi pajak mobil baru nol persen sampai Desember 2020. Penjualan produk otomotif mengalami penurunan selama pandemi. Sektor ini perlu mendapat perhatian lantaran melibatkan cukup banyak tenaga kerja dan industri kecil menengah komponen otomotif.

Sri Mulyani menjelaskan bahwa pandemi corona tidak hanya mempengaruhi masyarakat kelas menengah ke bawah saja. Menurutnya, pandemi corona juga berpengaruh pada kehidupan masyarakat kelas menengah atas, termasuk para pengusaha hingga industri. Kalau covid-19 ini berjalan cukup lama seperti yang sekarang sudah 7 bulan dan masih belum berakhir maka sektor- sektor korporasi maupun sektor-sektor individual tidak lagi bisa membayar pajak, bayar cicilan, maka sektor keuangan akan menjadi tantangan. Selain itu, tekanan disebut juga muncul dari belanja di bidang kesehatan dan perlindungan sosial. Pasalnya, pemerintah juga harus memastikan sektor kesehatan mampu menghadapi penyebaran kasus corona dan tetap memberikan bantuan kepada masyarakat di tengah pandemi.

Sentimen pasar dari luar negeri :
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan vaksin untuk melawan virus corona yang mematikan akan ada tiga sampai empat minggu lagi. Hal tersebut berdasarkan prediksi yang dibuat oleh pejabat kesehatan masyarakat AS dan Pfizer Inc awal bulan ini. Dalam kesempatan tersebut, Trump mengatakan bahwa vaksin segera siap untuk didistribusikan. Pemerintahan sebelumnya mungkin membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mendapatkan vaksin karena harus memenuhi semua persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA).

Prediksi IHSG :
IHSG diperkirakan bergerak mixed peluang menguat terbatas pada hari ini, Kamis (17/09), yang dipengaruhi oleh sentimen-sentimen berikut ini : 1) Saham AS pada perdagangan Rabu (16/09) bergerak beragam, 2) Indeks berjangka Wall Street dalam posisi bergerak variatif, 3) rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS, 4) BI dalam Rapat Dewan Gubernur diperkirakan akan mempertahankan suku bunga 7-DRRR, 5) Indeks bursa utama Asia diperkirakan bergerak beragam, dan 6) the Fed mempertahan suku bunganya 0,25%..

Perspektif tenikal
Support Level :    5034/5010/4969
Resistance Level :   5100/5141/5165
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Down to up (+)

TRADING IDEAS :
These recommendations based on technical and only intended for one day trading

BBCA: Trading Buy
• Close 28750, TP 29350
• Boleh buy di level 28000-28750
• Resistance di 29350 & support di 28000
• Waspadai jika tembus di 28000
• Batasi resiko di 27850

BMRI: Trading Buy
• Close 5650, TP 5900
• Boleh buy di level  5450-5650
• Resistance di 5900 & support di 5450
• Waspadai jika tembus di 5450
• Batasi resiko di 5325

ASII : Trading Buy
• Close 4780, TP 4900
• Boleh buy di level  4700-4780
• Resistance di 4900 & support di 4700
• Waspadai jika tembus di 4700
• Batasi resiko di 4630

INTP:  Trading Buy
• Close 11375, TP 11600
• Boleh buy di level  11200-11375
• Resistance di 11600 & support di 11200
• Waspadai jika tembus di 11200
• Batasi resiko di 11000

KLBF:  Trading Buy
• Close 1540, TP 1600
• Boleh buy di level  1510-1540
• Resistance di 1600 & support di 1510
• Waspadai jika tembus di 1510
• Batasi resiko di 1480

GGRM:  Trading Buy
• Close 44050, TP 45900
• Boleh buy di level  42700-44050
• Resistance di 45900 & support di 42700
• Waspadai jika tembus di 42700
• Batasi resiko di 42400

Ket.  TP : Target Price

WATCHING ON SCREEN;
AALI, LSIP, BBRI, BBTN, SIDO, SMGR, HMSP,  

(Disclaimer ON)

Baca laporan selengkapnya