< Kembali

Daily News 18 February 2020

18 February 2020

VIEW MARKET  

Sentimen pasar dari dalam negeri:
Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia kuartal IV 2019 tumbuh melambat ke USD404,3 miliar. Posisi ULN pemerintah pada akhir kuartal IV 2019 tercatat sebesar USD199,9 miliar atau tumbuh 9,1% (yoy), lebih rendah dari pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 10,3% (yoy). Pertumbuhan ULN pemerintah tersebut ditopang oleh arus masuk investasi nonresiden pada Surat Berharga Negara (SBN) domestik dan penerbitan dual currency global bonds dalam mata uang USD dan Euro. Hal tersebut mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian domestik yang tinggi dan imbal hasil aset keuangan domestik tetap menarik, serta ketidakpastian pasar keuangan global yang menurun.

Neraca perdagangan Indonesia Januari 2020 mencatat defisit US$0,86 miliar atau setara Rp 1.178 triliun. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan defisit pada bulan sebelumnya sebesar US$0,06 miliar. Neraca perdagangan Januari lalu mengindikasikan permintaan domestik yang tetap baik.

Pelaku pasar menanti arah suku bunga acuan BI atau BI 7-day reverse repo rate (7-day-RR) pada rapat dewan gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 19-20 Februari 2020. Ekspektasi pasar mayoritas menanti pemotongan 7-day-RR. Keputusan RDG BI  tidak akan berdampak signifikan terhadap IHSG dalam jangka pendek. Sebab, saat ini IHSG sedang mengalami tekanan dari eksternal, di antaranya soal penyebaran virus Corona

Sentimen pasar dari luar negeri :
Setelah perang dagang AS dengan Cina yang berlangsung hingga dua tahun Trump pun mengalihkan pandangannya ke Uni Eropa. AS memutuskan untuk menaikkan tarif impor armada pesawat produksi Airbus dari Eropa sebesar 15% pada 18 Maret mendatang. Pengumuman dari kantor Perwakilan Perdagangan AS tersebut dilakukan usai Presiden Donald Trump mengatakan soal melakukan pembicaraan perdagangan yang sangat serius dengan Uni Eropa. Pelaku industi baik di Eropa maupun AS gelisah menunggu setiap pengumuman baru dari otoritas perdagangan. Trump menginginkan agar Uni Eropa membuka pasar untuk produk pertanian AS.

Prediksi IHSG :
Setelah rilis data ekonomi Indonesia neraca perdagangan Senin kemarin, pelaku pasar di BEI akan menyikapi hasil dari RDG BI pada Rabu, dimana ekspektasi pasar mayoritas menanti pemotangan. Sementara itu, sentimen pasar domestik tetap dihadapi ketidakpastian global, wabah virus Corona dan target Trump untuk tarif perdagangan dengan Eropa yang dapat menuai kecemasan pasar global. Diperkirakan IHSG pada perdagangan hari ini bergerak mixed, peluang melemah. Sisi lain, emiten yang mempublikasi laporan laba terbatas serta saham AS pada hari Senin di tutup melemah tipis.

Perspektif tenikal
Support Level :    5855/5842/5830
Resistance Level :   5879/5891/5904
Major Trend : Down
Minor Trend : Down
Pattern : Down to up

TRADING IDEAS :
These recommendations based on technical and only intended for one day trading

SMGR: Trading Buy
• Close 11575, TP 11725
• Boleh buy di level 11400-11575
• Resistance di 11725 & support di 11400
• Waspadai jika tembus di 11400
• Batasi resiko di 11325

INTP: Trading Buy
• Close 16800, TP 17125
• Boleh buy di level  16350-16800
• Resistance di 17125 & support di 16350
• Waspadai jika tembus di 16350
• Batasi resiko di 16225

GGRM : Trading Buy
• Close 54900, TP 55275
• Boleh buy di level  54275-54900
• Resistance di 55275 & support di 54275
• Waspadai jika tembus di 54275
• Batasi resiko di 54050

WSKT:  Trading Buy
• Close 1130, TP 1165
• Boleh buy di level  1090-1130
• Resistance di 1165 & support di 1090
• Waspadai jika tembus di 1090
• Batasi resiko di 1070

BSDE:  Trading Buy
• Close 1095, TP 1120
• Boleh buy di level  1065-1095
• Resistance di 1120 & support di 1065
• Waspadai jika tembus di 1065
• Batasi resiko di 1050

CTRA:  Trading Buy
• Close 930, TP 950
• Boleh buy di level  895-930
• Resistance di 950 & support di 895
• Waspadai jika tembus di 895
• Batasi resiko di 885

Ket.  TP : Target Price

WATCHING ON SCREEN;
PWON, LPKR, WSBP, WIKA, PTBA, BBNI  

(Disclaimer ON)

Baca laporan selengkapnya.