< Kembali

Daily News 19 February 2020

19 February 2020

VIEW MARKET  

Sentimen pasar dari dalam negeri:
Sebanyak 18 sektor yang ditetapkan sebagai industri pionir sudah bisa memanfaatkan tax holiday. Pengajuan insentif pajak bagi industri pionir ini sudah bisa langsung ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Namun, untuk dapat menikmati fasilitas tax holiday, wajib pajak badan harus memenuhi beberapa kriteria. Ada 5 kriteria yang harus dipenuhi. Pertama, merupakan industri pionir. Kedua, berstatus sebagai badan hukum Indonesia. Ketiga, merupakan penanaman modal baru yang belum diterbitkan keputusan mengenai pemberian atau pemberitahuan penolakan pengurangan PPh badan. Keempat, mempunyai rencana investasi baru minimal Rp100 miliar. Kelima, memenuhi besaran perbandingan antara utang dan modal, sesuai Peraturan Menteri Keuangan mengenai penentuan besarnya perbandingan utang dan modal perusahaan untuk keperluan penghitungan pajak. Pemerintah memberikan insentif tax holiday untuk mendukung pencapaian sasaran pembangunan namun tetap adaptif menghadapi risiko perekonomian setelah dinamika ketidakpastian ekonomi maupun politik tahun 2019.

Moody’s menilai ekonomi Indonesia cukup kuat dibandingkan negara dengan peringkat utang Baa, sehingga berpotensi meningkatkan sejumlah pos penerimaan. Kendati demikian, Moody's memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melambat dan berada di bawah 5%, hal tersebut dinilai akibat risiko perlambatan ekonomi global seiring dengan penurunan permintaan komoditas dari Cina yang terdampak wabah virus Korona. Moody's berharap reformasi yang bertujuan mengurangi sejumlah kendala struktural ekonomi dan fiskal akan terus berlanjut, meskipun kemajuan yang dicapai dalam beberapa tahun terakhir relatif lambat.

Sentimen pasar dari luar negeri :
International Monetary Fund (IMF) menyatakan kurangnya perbaikan yang lebih mendalam dalam sistem ekonomi global telah menghambat proyeksi pertumbuhan. Terlebih guncangan yang disebabkan oleh Virus Korona yang semakin meredupkan prospek perbaikan ekonomi tahun ini. Di sisi lain, ruang kebijakan moneter terus menyusut membuat ketergantungan terhadap langkah fiskal, sehingga diperlukan reformasi struktural untuk mendorong pertumbuhan menjadi lebih kuat. Oleh karena itu yang dibutuhkan saat ini adalah dorongan yang lebih agresif dalam bentuk reformasi struktural.

Prediksi IHSG :
Saham yang diperdagangkan di BEI dalam beberapa hari terakhir bergerak anomali dengan pergerakan saham bursa global. Salah satu sentimen bagi pasar domestik ini, berkenaan pandangan dari lembaga pemeringkat internasional yang positif terhadap ekonomi Indonesia yang berdampak pada naiknya kepercayaan investor. Diperkirkan potensi IHSG untuk melanjutkan kenaikan masih berpeluang hari ini.

Perspektif tenikal
Support Level :    5860/5832/5808
Resistance Level :   5911/5935/5962
Major Trend : Down
Minor Trend : Down
Pattern : Up

TRADING IDEAS :
These recommendations based on technical and only intended for one day trading

ADHI: Trading Buy
• Close 970, TP 1000
• Boleh buy di level 950-970
• Resistance di 1000 & support di 950
• Waspadai jika tembus di 950
• Batasi resiko di 930

WSKT: Trading Buy
• Close 1195, TP 1225
• Boleh buy di level  1145-1195
• Resistance di 1225 & support di 1145
• Waspadai jika tembus di 1145
• Batasi resiko di 1125

ASII : Trading Buy
• Close 6100, TP 6175
• Boleh buy di level  6025-6100
• Resistance di 6175 & support di 6025
• Waspadai jika tembus di 6025
• Batasi resiko di 5875

PTBA:  Trading Buy
• Close 2380, TP 2450
• Boleh buy di level  2350-2380
• Resistance di 2450 & support di 2350
• Waspadai jika tembus di 2350
• Batasi resiko di 2320

BBRI:  Trading Buy
• Close 4400, TP 4470
• Boleh buy di level  4370-4400
• Resistance di 4470 & support di 4370
• Waspadai jika tembus di 4370
• Batasi resiko di 4340

BBTN:  Trading Buy
• Close 1895, TP 1940
• Boleh buy di level  1815-1895
• Resistance di 1940 & support di 1815
• Waspadai jika tembus di 1815
• Batasi resiko di 1800

Ket.  TP : Target Price

WATCHING ON SCREEN;
SCMA, MNCN, BBRI, KLBF, BBCA, JPFA, CPIN, MAIN,  

(Disclaimer ON)

Baca laporan selengkapnya..