< Kembali

Daily News 20 May 2020

20 May 2020

VIEW MARKET  

Sentimen pasar dari dalam negeri:
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjamin dana pemerintah yang ditempatkan di bank jangkar atau peserta yang mengalirkan bantuan pinjaman likuditas ke bank pelaksana. Langkah tersebut dimaksudkan agar tidak ada potensi kerugian negara jika dana hilang karena mendapat jaminan dari LPS. Hal tersebut diklaim, mengantisipasi gagal pengembalian dana, yang dilakukan bank pelaksana kepada bank jangkar. Potensi dana hilang tidak ada karena dijamin LPS. Apabila bank pelaksana tidak bisa penuhi kewajiban saat jatuh tempo (unrtuk pinjaman likuiditas dari bank jangkar), Bank Indonesia (BI) yang akan mendebitkan rekening giro bank pelaksana untuk pembayaran kembali kepada bank peserta. Sri Mulyani mengatakan, bantuan likuiditas tersebut diberikan untuk mendukung langkah restrukturisasi dan mendorong bank memberikan kredit modal kerja baru.

Sentimen pasar dari luar negeri :
Presiden China Xi Jinping berjanji akan membuat vaksin Virus Corona untuk dibagikan ke sejumlah negara guna mengatasi pandemi Covid-19. Presiden Xi Jinping akan menjadikan vaksin Coronavirus dari China tersebut sebagai produk atau barang publik global. China berjanji untuk menyediakan US$2 miliar selama dua tahun untuk membantu negara-negara lain, terutama negara-negara berkembang, dalam mengatasi penyakit mematikan itu. Zi Jinping mengatakan penanganan Virus Corona dilakukan secara 'terbuka, transparan, dan bertanggung jawab. Cina berencana untuk meluncurkan vaksin pertamanya di musim gugur dan telah memulai uji klinis untuk empat potensi inokulasi pada akhir bulan lalu. Berkenaan dengan covid-19 ini, Cina telah melaporkan wabah ke WHO dan negara-negara terkait tepat waktu dan menerbitkan informasi sekuensing genom secepat mungkin.

Trump kembali menyerang Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) sebagai organisasi yang menjadi boneka Cina. Trump membenarkan dirinya sedang mempertimbangkan pemotongan atau membatalkan dukungan AS ke WHO. Trump mengatakan AS membiayai sekitar US$ 450 juta per tahun untuk WHO.  Sisi lain, Australia dan Uni Eropa negara yang meminta penyelidikan independen tentang bagaimana wabah virus corona bisa menyebar. Ada 62 negara termasuk Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Turki, Rusia, Afrika Selatan, dan Inggris yang  mendukung rancangan mosi Uni Eropa yang menyerukan evaluasi tidak memihak, independen, dan komprehensif dari respons kesehatan internasional terkoordinasi WHO untuk Covid-19.

Prediksi IHSG :
IHSG diperkirakan melemah pada perdagangan saham hari ini, menyusul melemahnya saham AS yang bisa terdampak ke pasar Asia serta faktor menghindari ketidakpastian pasar dari faktor global selama libur lebaran.

Perspektif tenikal
Support Level :    4509/4470/4420
Resistance Level :   4599/4649/4688
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Down

TRADING IDEAS :
These recommendations based on technical and only intended for one day trading

BBRI: Trading Buy
• Close 2370, TP 2440
• Boleh buy di level 2270-2370
• Resistance di 2440 & support di 2270
• Waspadai jika tembus di 2270
• Batasi resiko di 2230

BMRI: Trading Buy
• Close 3860, TP 3990
• Boleh buy di level  3750-3860
• Resistance di 3990 & support di 3750
• Waspadai jika tembus di 3750
• Batasi resiko di 3700

BBCA : Trading Buy
• Close 23400, TP 24325
• Boleh buy di level  22925-23400
• Resistance di 24325 & support di 22925
• Waspadai jika tembus di 22925
• Batasi resiko di 22800

TLKM:  Trading Buy
• Close 3270, TP 3320
• Boleh buy di level  3240-3270
• Resistance di 3320 & support di 3240
• Waspadai jika tembus di 3240
• Batasi resiko di 3210

INDF:  Trading Buy
• Close 6750, TP 6825
• Boleh buy di level  6625-6750
• Resistance di 6825 & support di 6625
• Waspadai jika tembus di 6625
• Batasi resiko di 6575

WIKA:  Trading Buy
• Close 965, TP 985
• Boleh buy di level  935-965
• Resistance di 985 & support di 935
• Waspadai jika tembus di 935
• Batasi resiko di 920

Ket.  TP : Target Price

WATCHING ON SCREEN;
AALI, GGRM, BBRI, BBCA, PTBA.  

(Disclaimer ON)

Baca laporan selengkapnya.