< Kembali

Daily News 20 Nov 2020

20 November 2020

VIEW MARKET  

Sentimen pasar dari dalam negeri:
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengharapkan pada kuartal IV-2020 ini dunia usaha sudah mulai pulih dan masyarakat pun memiliki kepercayaan diri terhadap kondisi dan keselamatan dari ancaman pandemi Covid-19. Kendati, ekonomi Indonesia masih mengalami tekanan hingga akhir tahun dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi minus 1,7% hingga minus 0,6%, meskipun sudah ada tanda-tanda perbaikan mulai kuartal III. Untuk mengoptimalkan kinerja pertumbuhan ekonomi kuartal IV, serapan anggaran, baik APBN maupun APBD dioptimalkan. Optimalisasi serapan anggaran diyakini dapat membantu akselerasi dan pemulihan ekonomi Indonesia akibat pandemi Covid-19. Sementara itu, tren pemulihan ekonomi terjadi pada kuartal III, yang terkontraksi 3,49%.

Pandemi Covid-19 yang dirasakan selama 9 bukan tahun ini menyebabkan kontraksi pertumbuhan ekonomi kuartal III-2020 sebesar minus 3,49% Indonesia pun resmi masuk ke dalam resesi karena sebelumnya ekonomi kuartal II juga bertumbuh negatif sebesar 5,2 %.Namun, di tengah negatifnya pertumbuhan ekonomi nasional, sektor pertanian masih mampu mencatatkan pertumbuhan positif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian kuartal III bertumbuh 1,01 %. sektor pertanian dan pangan bisa menjadi kunci pemulihan ekonomi nasional.

Sentimen pasar dari luar negeri :
Presiden AS terpilih Joe Biden mengatakan bahwa badan yang menjaga birokrasi federal AS menjadi penghalang terbesar timnya untuk segera memerangi wabah virus corona. Administrasi Layanan Umum, harus memastikan pemenang pemilihan presiden 3 November antara Biden dan Presiden Republik Donald Trump. Itu adalah syarat untuk mengeluarkan dana dan sumber daya kepada pemenang pemilu, tetapi sejauh ini belum melakukannya. Gelombang ketiga infeksi Covid-19 telah melanda Amerika Serikat dan jumlah kematiannya mencapai 250.000 orang.

Prediksi IHSG :
Selain sentimen diatas, IHSG diperkirakan bergerak mixed dengan terbuka peluang terkoreksi pada perdagangan hari ini, Jumat (20/11), yang dipengaruhi oleh faktor-faktor, berikut ini: 1) Indeks bursa berjangka Wall Street sementara berada di teritorial negatif, 2) Indeks regional Asia diperkirakan melemah, 3) Nilai tukar rupiah diperkirakan depresiasi terhadap dolar AS, 4) Harapan untuk vaksin dibayangi oleh lonjakan kasus baru virus korona di seluruh dunia, 5) Pelaku pasar nampak mulai mempertimbangkan akan dampak pembatasan yang lebih ketat,  6) Indeks Wall Street pada perdagangan Kamis (19/11) naik, dan 7) Indonesia, Current Account Balance diperkirakan turun menjadi US$1,55 bn pada 3Q dari US$2,89 pada 2Q.

Perspektif tenikal
Support Level :    5557/5521/5500
Resistance Level :   5615/5635/5672
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Down to up (-)

TRADING IDEAS :
These recommendations based on technical and only intended for one day trading

PTBA: Trading Buy
• Close 2230, TP 2300
• Boleh buy di level 2150-2230
• Resistance di 2300 & support di 2150
• Waspadai jika tembus di 2150
• Batasi resiko di 2110

GGRM: Trading Buy
• Close 44925, TP 45700
• Boleh buy di level  43750-44925
• Resistance di 45700 & support di 43750
• Waspadai jika tembus di 43750
• Batasi resiko di 43300

SMGR : Trading Buy
• Close 11150, TP 11600
• Boleh buy di level  10900-11150
• Resistance di 11600 & support di 10900
• Waspadai jika tembus di 10900
• Batasi resiko di 10750

BMRI:  Trading Buy
• Close 6325, TP 6425
• Boleh buy di level  6225-6325
• Resistance di 6425 & support di 6225
• Waspadai jika tembus di 6225
• Batasi resiko di 6175

BSDE:  Trading Buy
• Close 1080, TP 1105
• Boleh buy di level  1060-1080
• Resistance di 1105 & support di 1060
• Waspadai jika tembus di 1060
• Batasi resiko di 1045

WIKA:  Trading Buy
• Close 1470, TP 1550
• Boleh buy di level  1450-1470
• Resistance di 1550 & support di 1450
• Waspadai jika tembus di 1450
• Batasi resiko di 1410

Ket.  TP : Target Price

WATCHING ON SCREEN;
PTPP, WIKA, AALI, ADRO, TLKM, TBIG, TOWR.,  

(Disclaimer ON)

Baca laporan selengkapnya