< Kembali

Daily News 21 November 2019

21 November 2019

VIEW MARKET  

Sentimen pasar dari dalam negeri:
Bank Indonesia (BI) diperkirakan menghentikan penurunan suku bunga acuan di Rapat Dewan Gubernur pada November 2019, sebagai antisipasi turunnya daya tarik instrumen keuangan dalam negeri yang dapat memicu pelebaran defisit transaksi berjalan. Artinya, BI akan mempertahan suku bunag 7-Day Repo Rate di 5% hingga akhir tahun 2019. Hal ini dilakukan agar selisih suku bunga antara Bank sentral Indonesia dengan bank sentral negara ekonomi maju  tidak semakin tinggi. BI juga akan memperhatikan kebijakan the Fed dalam hal suku bunga yang diperkirakan akan mempertahan suku bunga acuannya. Meski, sisi lain BI untuk menurunkan suku bunga masih ada ruang karena inflasi yang terkendali di bawah 3,5% dan pertumbuhan ekonomi yang prospektif ditopang konsumsi rumah tangga.

Sentimen pasar dari luar negeri :
Dari ekternal, belum menunjakan adanya tanda-tanda perundingan perdagangan Amerika Serikat (AS) dan Cina akan capai kesepakatan setelah Presiden AS Donald Trump menolak untuk menghapus bea masuk produk Cina. Bahkan dalam sidang Kabinet Trump mengatakan akan menaikkan bea masuk jika Cina tidak menandatangani kesepakatan dagang. Jika kedua belah pihak tidak mencapai kesepakatan dagang, Trump berencana akan menaikkan bea masuk lagi pada tanggal 15 Desember. Sementara itu pihak Cina kini mengamati dengan seksama situasi politik di AS, termasuk sidang pemakzulan dan pemilihan presiden 2020. Para pejabat Cina mulai mempertimbangkan apakah akan menunggu hingga semua urusan politik tersebut selesai akibat kemungkinan Trump tidak lagi menjabat sebagai presiden.

Fitch menyebut, outlook utang pemerintah global tetap stabil di tengah perlambatan ekonomi yang kian terasa. Fitch menyebut, kebijakan moneter yang longgar di sepanjang semester II 2019 akan diikuti dengan stimulus fiskal di tahun 2020. Kemampuan stimulus fiskal dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi akan menjadi pertimbangan penting dalam menentukan dampaknya terhadap peringkat utang suatu negara. Kebijakan makro yang longgar dipicu oleh pertumbuhan investasi yang melambat dan volume perdagangan yang terkontraksi. Namun Fitch memandang skeptis pelonggaran kebijakan makro tersebut mampu melawan dampak negatif dari perlambatan perdagangan yang terjadi. Fitch menggarisbawahi soal investasi. Ketika investasi di negara asal tumbuh melambat, maka investasi ke negara lain menjadi tidak menarik. Dan menjadi ancaman bagi negara berkembang yang bergantung pada dana eksternal.

Prediksi IHSG :
Sentimen bagi pasar yang kembali didominasi faktor negatif, bisa menyulitkan bagi IHSG untuk dapat melaju keteritorial positif pada perdagangan saham hari ini.

Perspektif tenikal
Support Level :    6130/6105/6086
Resistance Level :   6174/6193/6218
Major Trend : Up
Minor Trend : Down
Pattern : Down

TRADING IDEAS :
These recommendations based on technical and only intended for one day trading

ASII: Trading Buy
• Close 6625, TP 6800
• Boleh buy di level 6550-6625
• Resistance di 6800 & support di 6550
• Waspadai jika tembus di 6550
• Batasi resiko di 6475

TLKM: Trading Buy
• Close 4090, TP 4120
• Boleh buy di level  4030-4090
• Resistance di 4120 & support di 4030
• Waspadai jika tembus di 4030
• Batasi resiko di 4010

UNTR : Trading Buy
• Close 22675, TP 22850
• Boleh buy di level  22325-22675
• Resistance di 22850 & support di 22325
• Waspadai jika tembus di 22325
• Batasi resiko di 22175

GGRM:  Trading Buy
• Close 53800, TP 54125
• Boleh buy di level  53475-53800
• Resistance di 54125 & support di 53475
• Waspadai jika tembus di 53475
• Batasi resiko di 53325

CPIN:  Trading Buy
• Close 7375, TP 7450
• Boleh buy di level  7225-7375
• Resistance di 7450 & support di 7225
• Waspadai jika tembus di 7225
• Batasi resiko di 7175

PWON:  Trading Buy
• Close 605, TP 635
• Boleh buy di level  575-605
• Resistance di 635 & support di 575
• Waspadai jika tembus di 575
• Batasi resiko di 560

Ket.  TP : Target Price

WATCHING ON SCREEN;
LSIP, AALI, KLBF, HMSP, BBNI,  

(Disclaimer ON)

Baca laporan selengkapnya.