< Kembali

Daily News 23 June 2020

23 June 2020

VIEW MARKET  

Sentimen pasar dari dalam negeri:
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kondisi ekonomi Indonesia tertekan pada dua bulan sebelumnya. Pelonggaran PSBB disebutnya mulai berdampak positif. Kondisi April dan Mei yang sangat menekan itu merupakan kondisi terburuk sehingga Juni dan Juli kita sudah bisa melihat adanya sedikit perbaikan dan momentumnya bisa dijaga di kuartal III dan IV. Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) fokus menjaga momentum pemulihan pada semester II-2020. Diharapkan, Indonesia bisa terhindar dari resesi. Pemerintah juga memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini dari -0,4-2,3% menjadi -0,4-1%. Revisi tersebut seiring dengan proyeksi terbaru lembaga-lembaga keuangan dunia. Sementara itu, Bank Dunia misalnya, memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 sebesar 0 persen. Sementara ADB merevisi pertumbuhan ekonomi RI dari 2% menjadi negatif 1%. IMF pada April lalu menyampaikan Indonesia tumbuh 0,5% dan tahun depan di atas 8%.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah telah menaikkan stimulus ekonomi berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2020. Total stimulus yang diberikan baik sektor kesehatan maupun program pemulihan ekonomi nasional (PEN) mencapai Rp695 triliun. Pelebaran defisit dilakukan karena APBN menjadi instrumen utama untuk menggerakkan ekonomi di tengah pandemi. APBN diharapkan bisa menahan dampak pandemi di bidang kesehatan, sosial, dan ekonomi.

Sentimen pasar dari luar negeri :
Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) telah merilis angka mengkhawatirkan, yang menunjukkan bahwa pandemi virus corona masih dalam gelombang pertama yang kuat, meskipun sebagian pakar memperingatkan akan datangnya gelombang kedua. WHO melaporkan 183.000 kasus baru dalam 24 jam, merupakan penambahan kasus terbanyak dalam sehari di seluruh dunia. Brazil paling banyak dengan hampir 55.000 kasus baru, disusul AS dengan lebih dari 36.000 dan India dengan sekitar 15.000 kasus baru.

Prediksi IHSG :
IHSG diperkirakan menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (23/06), sejumlah katalis yang dapat menjadi penopang bagi indeks acuan BEI, yakni ; 1) saham AS pada perdagangan Senin (22/06) menguat yang diperkirakan dapat menjadi dukungan bagi pasar regional Asia, 2) sinyalemen positif dari indeks berjangka AS yang menguat, 3) meredanya kekhawatiran pelaku pasar global yang sebelumnya dipanikan oleh kenaikan dalam kasus infeksi corona di sejumlah negara, dan 4) pemerintah Indonesia akan mempercepat realisasi stimulus.

Perspektif tenikal
Support Level :    4897/4874/4844
Resistance Level :   4949/4980/5002
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Up

TRADING IDEAS :
These recommendations based on technical and only intended for one day trading

AALI: Trading Buy
• Close 8650, TP 8825
• Boleh buy di level 8425-8650
• Resistance di 8825 & support di 8425
• Waspadai jika tembus di 8425
• Batasi resiko di 8390

LSIP: Trading Buy
• Close 865, TP 900
• Boleh buy di level  840-865
• Resistance di 900 & support di 840
• Waspadai jika tembus di 840
• Batasi resiko di 820

JSMR : Trading Buy
• Close 4200, TP 4250
• Boleh buy di level  4150-4200
• Resistance di 4250 & support di 4150
• Waspadai jika tembus di 4150
• Batasi resiko di 4100

BBRI:  Trading Buy
• Close 3060, TP 3170
• Boleh buy di level  3020-3060
• Resistance di 3170 & support di 3020
• Waspadai jika tembus di 3020
• Batasi resiko di 2980

ICBP:  Trading Buy
• Close 9100, TP 9275
• Boleh buy di level  8925-9100
• Resistance di 9275 & support di 8925
• Waspadai jika tembus di 8925
• Batasi resiko di 8800

SMGR:  Trading Buy
• Close 9575, TP 9650
• Boleh buy di level  9500-9575
• Resistance di 9650 & support di 9500
• Waspadai jika tembus di 9500
• Batasi resiko di 9450

Ket.  TP : Target Price

WATCHING ON SCREEN;
INDF, KLBF, UNVR, BMRI, JPFA,  

(Disclaimer ON)

Baca laporan selengkapnya