< Kembali

Daily News 26 June 2020

26 June 2020

VIEW MARKET  

Sentimen pasar dari dalam negeri:
PSBB Indonesia yang juga bertepatan dengan lockdown secara global, alhasil permintaan global melemah dan kegiatan perdagangan terkontraksi. Ekspor dan Impor Indonesia turun signifikan. Melihat kondisi ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memandang perekonomian Indonesia bakal terkontraksi pada kuartal II 2020 sebesar minus 3,1%. Berbagai lembaga baik dari dalam dan luar negeri juga turut memberikan perkiraanya terhadap perekonomian Indonesia tahun 2020. Bank Indonesia (BI) selaku otoritas moneter dalam negeri memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2020 berada di rentang 0,9%-1,9%. Sementara itu Bank Dunia lebih pesimis dibanding BI. Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi RI pada 2020 tidak tumbuh sama sekali atau dengan laju nol persen. Namun yang paling optimis adalah IMF. Lembaga ini memproyeksi pertumbuhan ekonomi RI minus 0,3%. Padahal April lalu IMF masih optimis memandang ekonomi RI masih dapat tumbuh 1,5%.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa Indonesia bersiap mengalami resesi jika pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal III 2020 tetap negatif. Sebelumnya pemerintah memproyeksikan ekonomi Indonesia dapat tumbuh positif pada kuartal III. Namun pada saat yang sama, perkiraan terburuk perekonomian dapat kontraksi hingga -1,6% pada periode tersebut. Indonesia akan masuk resesi jika laju perekonomian pada kuartal III 2020 negatif, menyusul pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2020 yang diperkirakan minus 3,8%.

Sentimen pasar dari luar negeri :
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan perusahaan-perusahaan besar asal Cina termasuk Huawei dimiliki dan dikendalikan oleh militer Cina. Dalam Dokumen Departemen Pertahanan terdapat 20 perusahaan yang beroperasi di AS yang kemudian dituduh dikendalikan oleh militer Cina. Daftar perusahaan ini kemungkinan akan menambah ketegangan antara AS dan Cina yang tengah berselisih tentang penanganan pandemi virus corona. Kemunculan daftar ini juga akan menyoroti hubungan perusahaan AS dengan perusahaan Cina serta operasi mereka di AS.

Prediksi IHSG :
IHSG diperkirakan menguat perdagangan hari ini, Jumat (26/06), dengan dasar pertimbangan, yakni; 1) penguatan indeks Wall Street pada perdagangan Kamis (25/06) yang dapat mendukung bagi pasar regional Asia, 2) indeks berjangka Wall Street masih bergerak data dan 3) sinyalemen peningkatan marjinal dalam ekonomi AS dan kenaikan permintaan BBM.

Perspektif tenikal
Support Level :    4866/4834/4785
Resistance Level :   4946/4996/5027
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Up

TRADING IDEAS :
These recommendations based on technical and only intended for one day trading

BBRI: Trading Buy
• Close 3060, TP 3200
• Boleh buy di level 3030-3060
• Resistance di 3200 & support di 3030
• Waspadai jika tembus di 3030
• Batasi resiko di 3000

BMRI: Trading Buy
• Close 5025, TP 5175
• Boleh buy di level  4910-5025
• Resistance di 5175 & support di 4910
• Waspadai jika tembus di 4910
• Batasi resiko di 4875

BBTN : Trading Buy
• Close 1180, TP 1220
• Boleh buy di level  1150-1180
• Resistance di 1220 & support di 1150
• Waspadai jika tembus di 1150
• Batasi resiko di 1120

ASII:  Trading Buy
• Close 4900, TP 5000
• Boleh buy di level  4875-4900
• Resistance di 5000 & support di 4875
• Waspadai jika tembus di 4875
• Batasi resiko di 4800

PTPP:  Trading Buy
• Close 845, TP 870
• Boleh buy di level  835-845
• Resistance di 870 & support di 835
• Waspadai jika tembus di 835
• Batasi resiko di 820

ADHI:  Trading Buy
• Close 605, TP 635
• Boleh buy di level  600-605
• Resistance di 635 & support di 600
• Waspadai jika tembus di 600
• Batasi resiko di 585

Ket.  TP : Target Price

WATCHING ON SCREEN;
WSKT, BBNI, BBCA, JPFA, CPIN.  

(Disclaimer ON)

Baca laporan selengkapnya