< Kembali

Weekly Report 10 May 2021

10 May 2021

VALBURY SEKURITAS INDONESIA
SENIN, 10 MEI 2021
MARKET SUMMARY

HEADLINE NEWS
•    BMAS bukukan laba bersih 1Q21 Rp18,82 miliar
•    RANC bukukan laba bersih 1Q21 Rp5,02 miliar
•    Rajawali Dwi Putra Indonesia kurangi kepemilikan saham PURA
•    BAYU bukukan laba bersih 2020 Rp1,69 miliar
•    INAF bukukan laba bersih 1Q21 Rp1,82 miliar
•    GDST bukukan laba bersih 1Q21 Rp6,19 miliar
•    LINK bukukan laba bersih 2020 Rp941,71 miliar
•    Interjaya Corpora kurangi kepemilikan saham COCO
•    CITA bukukan laba bersi 1Q21 Rp200,74 miliar
•    ACES bukukan laba bersih 2020 Rp733,19 miliar
•    SRTG akan stock split 1:5 pada 18 May 2021
•    BULL jajaki rights issue 1,45 miliar lembar saham

VIEW MARKET  
Sentimen pasar dari dalam negeri:
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, pemerintah berencana menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tahun depan dengan tujuannya mengejar target pajak 2022. Namun hal itu dinilai tidak tepat di tengah belum pulihnya ekonomi nasional. Ditengah pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2021 masih minus 0,74%. Kalau mengacu pada Undang-undang (UU) PPN pasal 7 menyebutkan bahwa tarif PPN sebesar 10%. Tetapi, pemerintah bisa membuat kebijakan untuk menaikkan tarif sampai dengan 15%. Di sisi lain, pemerintah sudah memprediksi bahwa ekonomi masih membutuhkan waktu untuk pemulihan secara normal setelah tahun 2022 nanti, dengan disetujuinya Perpu Nomor 1 tahun 2020, yang disahkan menjadi UU Nomor 2 tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Menangani Pandemi Covid-19.

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2021 sebesar US$ 138,8 miliar. Angka tersebut tumbuh jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 10,0 bulan impor atau 9,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Bank Indonesia menilai, cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan

Sentimen pasar dari luar negeri :
Dunia menyepakati vaksinasi merupakan cara yang paling efektif, sekaligus aman, untk menimbulkan kekebalan kelompok, alias herd immunity. Namun pelaksanaan vaksinasi semacam apa, yang perlu dilakukan dunia di masa kini untuk mengakhiri pandemi Covid-19. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, vaksinasi yang ideal adalah yang digulirkan secara cepat. WHO saat itu mengatakan, vaksinasi yang lambat akan memperpanjang masa pandemi. Alasan lain tentang perlunya program vaksinasi dilaksanakan bergegas adalah mengimbangi proses mutasi corona

Prediksi IHSG :
IHSG diperkirakan bergerak mixed dengan peluang menguat pada perdagangan hari ini, Senin (10/05), ditengah dominasi katalis positif baik dari faktor eksternal maupun internal bagi pasar BEI, yakni: 1) Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2021 sebesar US$ 138,8 miliar (+), 2),Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS (+), 3),Indeks berjangka Wall Street sementara berada di zona hijau (+), 4) Indeks bursa regional Asia diperkirakan bergerak menguat (+), 5) Indeks Wall Street pada perdagangan Jumat (07/05) menguat (+), 6) Indonesia Consumer Confidence Index (+/-), 7) Sri Mulyani mengatakan, pemerintah berencana menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tahun depan dengan tujuannya mengejar target pajak 2022 (-), 8) Varian virus corona Covid-19, B.1.617 yang menyebar di India disebut lebih menular dan dikhawatirkan dapat merintangi pemberian vaksin (-) dan, 9) Cina, Aggregate Financing CNY, Apr, diperkirakan turun menjadi 2290.0b dari 3340.0b (-).

Perspektif tenikal
Support Level :    5902/5877/5831
Resistance Level :   5974/6020/6046
Major Trend : Up
Minor Trend : Down
Pattern : Up to down (+)

TRADING IDEAS :
These recommendations based on technical and only intended for one day trading

ANTM: Trading Buy
• Close 2620, TP 2670
• Boleh buy di level 2580-2620
• Resistance di 2670 & support di 2580
• Waspadai jika tembus di 2580
• Batasi resiko di 2540

INCO: Trading Buy
• Close 5100, TP 5225
• Boleh buy di level  5000-5100
• Resistance di 5225 & support di 5000
• Waspadai jika tembus di 5000
• Batasi resiko di 4925

KLBF : Trading Buy
• Close 1460, TP 1480
• Boleh buy di level  1440-1460
• Resistance di 1480 & support di 1440
• Waspadai jika tembus di 1440
• Batasi resiko di 1400

JSMR:  Trading Buy
• Close 4020, TP 4080
• Boleh buy di level  4010-4020
• Resistance di 4080 & support di 4010
• Waspadai jika tembus di 4010
• Batasi resiko di 3970

BBRI:  Trading Buy
• Close 4050, TP 4130
• Boleh buy di level  4000-4050
• Resistance di 4130 & support di 4000
• Waspadai jika tembus di 4000
• Batasi resiko di 3950

BMRI:  Trading Buy
• Close 5950, TP 6075
• Boleh buy di level  5900-5950
• Resistance di 6075 & support di 5900
• Waspadai jika tembus di 5900
• Batasi resiko di 5825

Ket.  TP : Target Price

WATCHING ON SCREEN;
MDKA, BANK, MIKA, JPFA, CPIN.,  

(Disclaimer ON)

Baca laporan selengkapnya