< Kembali

Weekly Report 27 Sep 2021

27 September 2021

*MARKET SUMMARY*

VALBURY SEKURITAS INDONESIA
MONDAY, 27 SEPTEMBER 2021

HEADLINE NEWS
•    Per Agustus 2021 KRAS bukukan laba Rp 800 miliar
•    Pemegang saham pengendali kurangi saham CASH
•    BOLA dirikan anak usaha baru
•    POWR akan terbitkan surat hutang US$600 juta
•    WSKT akan terbitkan obligasi Rp1,77 triliun
•    Pefindo tetapkan peringkat idAAA (gg) untuk obligasi WSKT
•    AMAG akan buyback saham Rp82 miliar
•    SSIA lunasi obligasi Rp390 miliar
•    Anak usaha UNSP jual aset Rp192 miliar
•    NICK kurangi kepemilikan saham FUJI

VIEW MARKET  
Sentimen pasar dari dalam negeri:
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan akurasi pemerintah dalam menetapkan pagu insentif pajak pada 2021 jauh lebih baik bila dibanding tahun lalu. Saat ini, realisasi insentif pajak pada program pemulihan ekonomi nasional (PEN) telah mencapai 92% dari pagu insentif pajak yang mencapai Rp62,83 triliun. Hal ini menunjukkan proyeksi pemanfaatan insentif pajak 2021 sudah cukup akurat. Guna meningkatkan pemanfaatan insentif pajak, Sri Mulyani mengatakan Kementerian Keuangan telah memerintahkan kepada kantor pelayanan pajak (KPP) untuk memperkenalkan insentif kepada wajib pajak yang masih belum memperoleh informasi terkait hal itu.

Pemerintah bakal memangkas penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) dari target yang sudah ditetapkan sebelumnya. Penyesuaian ini dilakukan karena adanya upaya pembiayaan APBN melalui mekanisme selain utang. Data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencatat, per akhir Agustus 2021, realisasi penerbitan SBN neto sebesar Rp 567,4 triliun. Angka tersebut setara dengan 47% dari target APBN sebesar Rp1.207,3 triliun

Sentimen pasar dari luar negeri :
Pasar keuangan dunia masih akan diramaikan dengan munculnya kekhawatiran potensi default atas raksasa properti asal China, Evergrande Group. Perusahaan ini dikabarkan terancam gagal membayar utang senilai US$ US$ 300 miliar sekitar Rp 4.275 triliun. Arus kas perusahaan disebutkan saat ini tengah berada dalam tekanan yang besar. Bahkan perusahaan baru-baru ini menyebutkan bahwa dua anak usahanya telah gagal memenuhi kewajiban penjaminan untuk produk manajemen senilai US$ 145 juta atau setara Rp 2 triliun yang dikeluarkan pihak ketiga

Prediksi IHSG :
IHSG diperkirakan bergerak mixed dengan peluang menguat pada perdagangan hari ini, Senin (27/09), ditengah bauran katalis baik dari internal maupun ekstenal bagi pasar BEI, sebagai berikut: Sentimen dalam negeri ; 1) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan akurasi pemerintah dalam menetapkan pagu insentif pajak pada 2021 jauh lebih baik bila dibanding tahun lalu,  (+), 2) Pemerintah bakal memangkas penerbitan SBN dari target yang sudah ditetapkan sebelumnya, (+/-), 3) Perkembangan pandemi Covid-19 di Indonesia terus menunjukan perbaikan (+), Sentimen pasar ; 1) Rupiah diperkirakan depresiasi terhadap dolar AS (-), 2) Indeks bursa regional Asia diperkirakan bergerak bergaram (+/-), 3) Indeks Wall Street pada perdagangan Jumat (24/09) ditutup beragam (+/-), 4) Indeks berjangka Wall Street sementara bergerak di zona hijau (+), Sentimen global ; 1) Pasar keuangan dunia masih akan diramaikan dengan munculnya kekhawatiran potensi default atas raksasa properti asal China, Evergrande Group (-), 2) US, Durable Goods Orders, diperkirakan naik menjadi 0.6% dari -0.1% (+) 3) Hasil analisis dari Pusat Kebijakan Bipartisan (BPC) mengungkap bahwa Pemerintah AS dapat kehabisan uang tunai, dan mulai terancam gagal bayar (-).

Perspektif tenikal
Support Level :    6121/6098/6077
Resistance Level :   6166/6187/6211
Major Trend : Up
Minor Trend : Up
Pattern : Up to down (+)

TRADING IDEAS :
These recommendations based on technical and only intended for one day trading

BBRI: Trading Buy
• Close 3820, TP 3900
• Boleh buy di level 3780-3900
• Resistance di 3900 & support di 3780
• Waspadai jika tembus di 3780
• Batasi resiko di 3740

PGAS: Trading Buy
• Close 1125, TP 1160
• Boleh buy di level 1105-1160
• Resistance di 1160 & support di 1105
• Waspadai jika tembus di 1105
• Batasi resiko di 1085

TINS : Trading Buy
• Close 1540, TP 1570
• Boleh buy di level  1515-1570
• Resistance di 1570 & support di 1515
• Waspadai jika tembus di 1515
• Batasi resiko di 1490

ANTM:  Trading Buy
• Close 2290, TP 2340
• Boleh buy di level  1105-1130
• Resistance di 2340 & support di 2260
• Waspadai jika tembus di 2260
• Batasi resiko di 2220

PTPP:  Trading Buy
• Close 1060, TP 1085
• Boleh buy di level  1045-1085
• Resistance di 1085 & support di 1045
• Waspadai jika tembus di 1045
• Batasi resiko di 1030

WIKA:  Trading Buy
• Close 1160, TP 1190
• Boleh buy di level  1140-1190
• Resistance di 1190 & support di 1140
• Waspadai jika tembus di 1140
• Batasi resiko di 1110

Ket.  TP : Target Price

WATCHING ON SCREEN;
EMTK, ADRO, INDY, UNTR, BTPS, AKRA  

(Disclaimer ON)

Baca laporan selengkapnya