Yen Jepang (JPY) terus menghadapi tekanan penurunan yang signifikan, diperdagangkan pada level yang sangat tinggi terhadap Dolar AS dan melewati titik-titik intervensi historis. Meskipun kelemahan mata uang tetap menjadi perhatian utama bagi pejabat pemerintah, kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin yang diprakirakan secara luas pada pertemuan kebijakan moneter Bank of Japan (BoJ) yang akan datang diharapkan memberikan dukungan fundamental. Didukung oleh pertumbuhan upah domestik yang solid, aktivitas ekonomi yang tangguh, dan tekanan inflasi yang dipicu oleh energi yang persisten, transisi yang stabil menuju normalisasi kebijakan dipandang sedang berlangsung meskipun ada kekhawatiran atas volatilitas mata uang.

Pelanggaran hambatan teknis memperkuat kecemasan intervensi mata uang
Para analis di Scotiabank mencatat bahwa pasangan mata uang USD/JPY telah berhasil menembus level resistance psikologis utama yang sebelumnya memicu intervensi pasar langsung dari otoritas Jepang. Kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin sangat diprakirakan oleh pasar, meskipun ketidakhadiran Gubernur BoJ Kazuo Ueda karena dirawat di rumah sakit dapat memengaruhi nada konferensi pers.
Gubernur Ueda tidak hadir, meninggalkan para pelaku pasar agak khawatir tentang komunikasi bank sentral khususnya konferensi pers pasca pertemuan.
Pertumbuhan upah yang kuat dan inflasi yang membandel mendukung normalisasi kebijakan
Melihat fundamental ekonomi di Jepang, para ahli strategi makro di ING menekankan bahwa tekanan harga yang mendasar secara tegas mendukung penyesuaian moneter. Meskipun angka inflasi utama mengalami fluktuasi sementara akibat subsidi negara, biaya rantai pasokan yang meningkat dan nilai tukar yang lemah diperkirakan akan memaksa bank sentral untuk mengabaikan volatilitas jangka pendek dan menargetkan siklus kenaikan suku bunga yang diperpanjang hingga tahun depan.
Dengan pertumbuhan mendekati potensi dan inflasi diperkirakan tetap sekitar 2% hingga tahun 2027, kami memprakirakan BoJ akan menaikkan suku bunga kebijakan menjadi 1,50% pada paruh pertama tahun depan.
Prospek jangka pendek yang rapuh didukung oleh pengetatan moneter
Bank-bank memproyeksikan trajektori jangka pendek yang sangat terbatas untuk Yen Jepang dalam jangka pendek, diikuti oleh dukungan struktural bertahap dari pengetatan moneter. Scotiabank memperingatkan risiko penurunan langsung untuk mata uang ini, mengingat pasangan USD/JPY menghadapi resistance teknis yang jarang hingga level 162,00. Namun, ING menyoroti bahwa kelemahan yang berkepanjangan ini akan menghadapi titik balik struktural dari BoJ, karena kenaikan suku bunga dan pengelolaan tapering obligasi diproyeksikan secara bertahap akan mendorong hasil pemerintah naik dan secara bertahap menahan kerugian mata uang selama tahun mendatang.
(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor.)