Geoff Yu dari BNY menyoroti bahwa Jepang tetap menjadi sumber utama volatilitas Valas dua arah ketika pasar mencerna sinyal yang saling bertentangan mengenai alokasi Government Pension Investment Fund (GPIF). Sebuah laporan Reuters menyebutkan tidak ada perombakan segera terhadap bauran target dana tersebut, sehingga meredam ekspektasi repatriasi yang agresif. Namun, potensi pergeseran ke aset domestik dan pertanyaan yang lebih luas tentang bias ke dalam negeri membuat status quo Valas APAC (Asia-Pasifik) tetap rapuh bagi USD/JPY.
Sikap GPIF dan kerapuhan Valas APAC
"Jepang tetap menjadi sumber volatilitas Valas dua arah: Laporan Reuters bahwa tidak ada rencana segera untuk merombak alokasi GPIF seharusnya meredam narasi repatriasi yang paling agresif, tetapi perdebatan ini masih penting."
"Bahkan dalam kisaran yang ada, alokasi domestik yang lebih besar akan memperkuat pertanyaan bias ke dalam negeri yang lebih luas di seluruh basis tabungan Asia Utara."
"Status quo Valas APAC tetap rapuh, tetapi konvergensi berarti penyesuaian kemungkinan besar akan terjadi melalui pengurangan risiko daripada penyesuaian valuasi yang bersih."
"JPY turun setelah Reuters melaporkan bahwa kebijakan dana pensiun negara Jepang tetap tidak berubah, tanpa rencana segera untuk mengubah bauran aset target Government Pension Investment Fund."
(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor. Pelajari lebih lanjut.)