- Emas naik tipis setelah aksi jual sebesar $400, namun tetap terbatas di bawah $4.100 sejauh ini.
- Ketegangan yang meningkat di Iran dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed yang lebih tinggi membebani logam mulia.
- XAU/USD telah mencapai level jenuh jual di posisi terendah tepat di atas level psikologis $4.000.
Emas (XAU/USD) diperdagangkan dengan kenaikan kecil pada hari Kamis namun masih berjuang di bawah $4.100, di tengah ketidakpastian geopolitik dan meningkatnya taruhan pada kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Namun, logam mulia ini telah mencapai level jenuh jual setelah aksi jual sebesar $400 selama tiga hari terakhir dan mungkin menemukan support di area psikologis $4.000.
Ketegangan geopolitik tetap menjadi hambatan bagi pemulihan signifikan harga Emas. AS dan Iran saling bertukar serangan selama dua hari berturut-turut, dan Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang negara tersebut lebih keras jika Teheran menolak menandatangani kesepakatan. CNN melaporkan bahwa negosiasi AS-Iran masih berjalan sesuai rencana, mengutip sumber diplomatik, namun sentimen pasar tetap lemah.
Pada hari Rabu, angka Indeks Harga Konsumen (IHK) AS mengonfirmasi bahwa inflasi tahunan meningkat ke level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun pada bulan Mei, mencapai level lebih dari dua kali lipat target 2% Federal Reserve (The Fed). Angka-angka ini mendukung pandangan pasar bahwa bank sentral akan dipaksa menaikkan suku bunga akhir tahun ini, yang menyebabkan imbal hasil AS melonjak dan Dolar AS menguat bersamanya.
Analisis Teknis: Emas mungkin menemukan support di area $4.000
XAU/USD diperdagangkan di $4.092, dengan bias kuat ke bawah, tetap berada jauh di bawah Simple Moving Average (SMA) 200-hari. Relative Strength Index (RSI) pada grafik harian berada di wilayah jenuh jual, mengisyaratkan penurunan yang berlebihan saat harga mendekati area psikologis $4.000, meskipun Moving Average Convergence Divergence (MACD) tetap dalam zona negatif yang dalam.
Support terdekat berada di level terendah harian $4.023, sebelum level terendah pertengahan November 2025, tepat di atas level $4.000 yang disebutkan. Lebih jauh ke bawah, level terendah akhir Oktober 2025, di dekat $3.884, muncul sebagai target berikutnya.
Upaya kenaikan, sebaliknya, tetap terbatas di bawah level terendah tahun berjalan sebelumnya sekitar $4.100. Para bulls harus menembus level ini dan dasar saluran tren turun sebelumnya, yang kini sekitar $4.200, untuk meredakan tekanan ke bawah dan menguji level tertinggi Selasa di area support sebelumnya dekat $4.360.
(Analisis teknis dalam cerita ini ditulis dengan bantuan alat AI.)
Pertanyaan Umum Seputar Emas
Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.
Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.
Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.
Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.