Menurut UOB Global Economics & Markets Research, EUR/USD melanjutkan penurunannya baru-baru ini saat indeks Dolar AS mencapai level tertinggi dalam satu tahun menyusul sikap hawkish The Fed yang mempertahankan suku bunga. Pasangan mata uang ini ditutup pada 1,1456, dengan sentimen Euro juga dipengaruhi oleh komentar Kepala Ekonom ECB Philip Lane mengenai potensi tingkat netral yang lebih tinggi dan guncangan harga terkait energi yang sedang berlangsung dari Timur Tengah.
Euro melemah saat DXY mencapai level tertinggi satu tahun
“Dolar AS melanjutkan kenaikannya pada Kamis ke level tertinggi dalam lebih dari satu tahun setelah sikap hawkish The Fed memicu spekulasi kenaikan suku bunga. Indeks Dolar AS (DXY) melonjak dan ditutup pada level tertinggi satu tahun di 100,85 (+0,76%). EUR/USD melanjutkan penurunan tajam dari sesi sebelumnya dan ditutup pada 1,1456 (-0,37%).”
“Berbicara pada sebuah acara pada Kamis, Kepala Ekonom Bank Sentral Eropa (ECB) Philip Lane mengatakan tingkat suku bunga netral bisa setinggi 2,5%, menunjukkan kenaikan lain belum akan menjadi rem bagi ekonomi. Lane menggambarkan prospek tersebut sebagai ‘stabil,’ sambil mengamati bahwa guncangan harga yang disebabkan oleh gangguan pasokan energi dari Timur Tengah belum berakhir.”
“Sentimen risiko membaik secara moderat pada Kamis saat pasar terus mencerna sikap hawkish The Fed bersamaan dengan data AS yang tangguh. Sinyal ketenagakerjaan dan pengeluaran yang kuat memperkuat narasi suku bunga tinggi untuk jangka panjang, menjaga imbal hasil jangka pendek tetap tinggi dan mendukung dolar AS.”
(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor.)